Juara Tingkat Kabupaten, SD N Siyono 1 Bersiap Hadapi Penilaian Tingkat Propinsi

oleh -
Kepala Sekolah SD N Siyono 1, Umi Fitriah, S Pd, didampingi salah satu guru Tuti Sulismi S Pd, M Pd, menunjukkan piagam kejuaraan. KH/ Kandar.
kadhung tresno
Kepala Sekolah SD N Siyono 1, Umi Fitriah, S Pd, didampingi salah satu guru Tuti Sulismi S Pd, M Pd, menunjukkan piagam kejuaraan. KH/ Kandar.
Kepala Sekolah SD N Siyono 1, Umi Fitriah, S Pd, didampingi salah satu guru Tuti Sulismi S Pd, M Pd, menunjukkan piagam kejuaraan. KH/ Kandar.

PLAYEN, (KH)— Keluar sebagai juara 1 Lomba Sekolah Sehat tingkat SD se-Kabupaten Gunungkidul Tahun 2016, SD N Siyono 1 Playen bersiap hadapi penilaian lomba pada ajang yang sama di tingkat Propinsi.

Saat ini pihak sekolah sedang gencar menyiapkan diri. Seperti yang diungkapkan Kepala Sekolah SD N Siyono 1, Umi Fitriah, S Pd, didampingi salah satu guru Tuti Sulismi S Pd, M Pd, pihaknya melakukan penambahan dan perbaikan fasilitas sekolah demi menunjang keberhasilan lomba.

“Penilaian lomba pada 20 Oktober mendatang, kita lakukan penambahan kran di depan setiap ruang kelas, dan juga melakukan perbaikan pagar dan cat tembok,” kata Umi, Senin, (10/10/2016).

Menurutnya, pada dasarnya kemenangan diraih karena semua lingkungan dan ruangan bersih tidak berdebu, lingkungan rindang dan nyaman sehingga tercipta sekolah yang sehat.

Terang Umi, rutinitas penunjang lingkungan sekolah sehat yang telah berjalan akan dipertahankan seperti misalnya kegiatan Jumat Bersih. Dalam mendukung kegiatan ini siswa terbiasa membawa sapu lidi dari rumah apabila sapu di kelas berkurang karena rusak.

“Ada juga kegiatan rutin yang diadakan dalam seminggu sekali, yakni kejuaraan kebersihan kelas dengan piala bergilir dari sekolah,” terang kepala sekolah yang menjabat sejak tahun 2012 ini.

Sambung dia, hal tersebut sangat memotivasi siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan kelas. Mengenai pelaksanaannya, setiap Senin diumumkan kelas yang keluar sebagai juara.

Ditambahkan Tuti, dampak terciptanya lingkungan sekolah sehat terbukti ada, perbedaan sebelum dan sesudah sekolah menerapkan aturan dan kegiatan kebersihan, sesuai data absen, jumlah siswa ijin karena sakit terbukti berkurang.

“Kita berharap hasil terbaik diraih dalam lomba nanti, tetapi yang terpenting adalah manfaat dan dampak dari serangkaian kegiatan bersih lingkungan secara terus-menerus,” jelas Tuti. (Kandar)

Komentar

Komentar