Jepang Bantu Ambulan dan Mobil Damkar Gunungkidul

oleh -
iklan dispar
jepang
Presiden Direktur Kochi Toyota Motors corp. Mr. Makoto Tosioka

iklan khWONOSARI, (KH) — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mendapat bantuan tiga unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dan satu unit mobil ambulan dari perusahaan automotif Toyota Motor corp. Jepang.

Bupati Gunungkidul, Badingah usai melakukan serah terima bantuan di Bangsal Sewoko Projo, Senin (26/1/2015) mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih atas pemberian bantuan mobil damkar dan ambulan tersebut.

“Kerjasama ini saya harapkan dapat berlanjut, sehingga lambat laun Gunungkidul akan memiliki fasilitas yang lengkap dalam hal kesehatan,” kata Badingah.

Ia mengatakan, bantuan tiga unit mobil damkar dan satu unit mobil ambulan sangat berharga bagi Kabupaten Gunungkidul. Mobil tersebut diharapkan dapat membantu pelayanan kesehatan serta membantu petugas BPBD dalam upaya pemadaman api saat terjadi kebakaran.

“Dua unit mobil lagi masih dalam proses pengiriman. Satu mobil sampah, dan satu mobil pemadam api dengan sistem pompa dan asap,” tambah Badingah.

Sementara, Presiden Direktur Kochi Toyota Motors corp. Mr. Makoto Tosioka mengatakan, empat mobil yang dikirim untuk Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kondisinya masih sangat baik. Keempat mobil tersebut baru menempuh perjalanan sekitar 1500-8000 kilometer saat digunakan di Jepang.

“Pengurusan bantuan ini di Jepang sudah rampung pada Bulan September 2014 lalu, tetapi baru kita serahterimakan di Indonesia, sekarang,” ungkap Makoto Tosioka dengan Bahasa Jepang.

Dia menambahkan, pihak perusahaan Jepang memang tidak memberikan mobil baru karena harganya mahal. Tetapi pihaknya menjamin mobil yang dihibahkan ke Gunungkidul masih mumpuni jika dioperasikan di Gunungkidul. Sebelum dikirim mobil tersebut sudah dicek terlebih dahulu.

“Mencari mobil yang seperti ini sangat sulit. Ini saja kita dapat di salah satu rumah sakit dan palang merah yang ada di Jepang,” imbuh Makoto.

Mobil yang dihibahkan Pemerintah Jepang ke Gunungkidul, ambulan berjenis Hiace type Daitsun. Sedangkan untuk ambulan berjenis safary dengan menggunakan mesin Nisan. “Mobil ini kita beli di Jepang dengan harga 30 yen untuk ambulan, sedangkan untuk mobil damkar kita beli dengan harga 80 yen,”ulasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Gunungkidul Supartono mengatakan, Pemkab Gunungkidul mengeluarkan anggaran sekitar 80 juta untuk menyelesaikan proses pengiriman mobil tersebut.

“Anggaran yang kita keluarkan tidak lebih dari 100 juta untuk empat mobil ini. Ya cukup murah kan empat mobil tidak sampai 100 juta,”katanya. (Juju/Tty)

Komentar

Komentar