Jembatan Rejosari III Selesai Dibangun, Permudah Akses Gunungkidul-Jateng

oleh -
Infrastruktur gunungkidul
Peresmian jembatan Rejosari III oleh Bupati Gunungkidul, Sunaryanta bersama Kepala DPUPRKP dan Komisi C DPRD Kabupaten Gunungkidul. (KH)
iklan golkar idup fitri

GUNUNGKIDUL, (KH),– Jembatan Rejosari III di Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul selesai dibangun. Jembatan penghubung antara Gantiwarno, Jawa Tengah – Gedangsari, Gunungkidul tersebut diresmikan Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, Kamis, (20/1/2022).

Sunaryanta menyebutkan, realisasi pembangunan jembatan merupakan perhatian pemerintah terhadap Gunungkidul sektor utara. Ia meminta masyarakat merespon semakin baiknya infrastruktur, diantaranya akses jalan, dengan memunculkan kreativitas dalam mengupayakan peningkatan perekonomian.

“Pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul masih minus. Angka kemiskinan juga masih tinggi yakni 17 persen,” kata Sunaryanta.

Akses jalan, kata dia, diharapkan menunjang mobilitas warga diantaranya dalam usaha peningkatan kesejahteraan.

Peresmian jembatan Rejosari III ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Sunaryanta.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengungkapkan, pembagunan jembatan menghabiskan dana Rp2,3 miliar dengan waktu pelaksanaan 90 hari. Dana pembangunan yang berasal dari APBD tersebut selain menyasar jembatan dengan lebar 7,5 meter dan panjang 3,5 meter, juga direalisasikan untuk normalisasi jalan sepanjang 410 meter, pembuatan talud sepanjang 301 meter serta saluran air sepanjang 295 meter.

“Pembangunan jembatan ini merupakan bagian arahan kebijakan bupati dalam hal peningkatan infrastruktur bagi sektor utara,” kata Irawan.

Dia menambahkan, pembangunan Gunungkidul sektor utara diantaranya berfokus pada perbaikan akses jalan penghubung ke Jawa Tengah. Senada dengan bupati, lancarnya mobilitas warga dengan tersedianya akses jalan yang baik sangat berdampak pada peningkatan perekonomian warga.

“Akses ini sangat vital karena menjadi akses satu-satunya warga Serut dan sekitarnya menuju Jawa Tengah,” tukasnya. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar