Jajanan Serba Seribu, Inovasi Pasar Kuliner Argomidang di Masa Pandemi

oleh -
kuliner
Pasar serba seribu di Karangmojo. (KH)

KARANGMOJO, (KH),– Sekilas, pasar kuliner Argomidang di Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul ini tampak seperti pasar kuliner biasa. Para pedagang tampak sibuk melayani pembeli yang ramai, Jumat (30/1/2021).

Ada sesuatu yang beda di pasar Kuliner Argomidang. Berbagai jajanan yang dijual di pasar ini, semuanya seharga Seribu rupiah. Tema pasar ini juga unik, pasar serba Seribu rupiah.

Tercetusnya ide pasar serba seribu ini dimulai saat awal  bulan Ramadhan. Pasar serba seribu menyambung inisiatif awal berupa kepedulian warga pada setiap hari Jumat yang mengadakan sedekah Jumat. Sedekah Jumat tersebut dikumpulkan untuk disumbangkan kepada para pedagang di Pasar Argomidang. Para pedagang mendapat sumbangan karena selama pandemi omsetnya menurun drastis.

Seperti yang diungkapkan Sularno, salah seorang tokoh pencetus dan pengelola pasar serba seribu Argomidang, ide tersebut muncul dan mereka lakukan untuk membantu dan memberi semangat bagi para pedagang. Di samping itu juga mampu memberikan alternatif kuliner murah bagi masyarakat selama Ramadhan.

iklan upk hari jadi

“Awalnya masyarakat mengadakan Jumat sedekah, hasilnya dikumpulkan untuk diberikan kepada para pedagang agar mampu bertahan di masa Pandemi,” ujar Sularno, saat ditemui di kawasan pasar.

Menurut Sularno, dengan donasi masyarakat tersebut, pihaknya mempunyai ide untuk membuat suatu konsep pasar yang unik, maka tercetuslah pasar serba seribu. Pedagang bersedia menjual produk kuliner dengan harga seribu karena telah mendapat donasi.

“Menu yang kami jual juga cukup beragam, mulai dari Bakso, Sosis bakar, aneka Siomay, dan jajanan tradisional dan minuman, semua serba Rp1000,00,” lanjut Sularno.

Inovasi yang dilakukan pengelola pasar Argomidang ini mendapat sambutan yang antusias. Jumat sore kemarin suasana pasar nampak ramai. Pengunjung hendak berbelanja jajanan untuk berbuka puasa. Nampak pula pengunjung yang mengajak serta keluarga mereka untuk sekedar bersantai di lokasi pasar yang asri, sambil menunggu buka puasa.

“Pasar serba seribu ini kami buka seminggu sekali, untuk nilai Seribu rupiah, dapat dibelanjakan jajanan yang bila dijual normal senilai Rp4.000,00,” lanjut Sularno.

Para pembeli yang datang, cukup datang ke stand penukaran uang Seribu rupiah, dan akan diberikan karcis/ kupon yang dapat digunakan untuk belanja.

Pengelola juga menerapkan protokoler kesehatan yang ketat bagi pengunjung yang datang. Pengunjung wajib cuci tangan dan memakai masker memasuki kawasan pasar kuliner Argomidang.

“Konsep pasar kuliner serba seribu ini, di samping punya tujuan untuk membantu warga yang ingin berbuka puasa dengan menu yang variatif tanpa mengeluarkan biaya yang besar, juga untuk ikut menekan penyebaran Pandemi, karena masyarakat khususnya Bejiharjo, tidak perlu jauh-jauh untuk belanja,” terang Sularno panjang lebar.

Tari Aji, salah satu pengunjung warga Bejiharjo menyatakan bahwa dirinya merasa tertarik untuk datang dan belanja di pasar serba seribu. Di samping harganya murah, menu makanan yang dijual juga beragam.

“Dengan kupon yang kita beli dengan harga Rp2.000,00, kita dapat memperoleh jajanan senilai Rp8.000,00. Makanannya juga banyak pilihan dan rasanya enak,” paparnya

Lebih lanjut, Sularno juga menyatakan bahwa ke depan, konsep pasar ini akan diteruskan dengan kemasan yang lebih menarik.

“Selepas Ramadhan, konsep ini akan kami olah kembali, agar lebih menarik, dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara luas,” pungkasnya. [Edi Padmo]

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar