Ekonomi Lesu dan PHK Warnai Hari Buruh Tahun 2021

oleh -
Hari buruh
Ilustrasi Hari Buruh. (Istimewa/internet)

WONOSARI, (KH),— Hari Buruh yang jatuh setiap tanggal 1 Mei, ditahun 2021 ini diperingati dalam suasana Pandemi. Pandemi Covid19 yang melanda Indonesia di awal tahun 2020 kemarin memberikan dampak yang luar biasa bagi dunia usaha.

Lesunya ekonomi berpengaruh besar terhadap iklim dunia usaha. Dalam hal ini para pengusaha yang memperkerjakan karayawan atau tenaga buruh dibuat pusing.

Disamping pusingnya para pengusaha untuk bertahan, di sisi lain nasib buruh juga menjadi semakin suram. Dari buruh yang terpaksa dirumahkan sampai PHK menjadi mimpi buruk bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan sehari-harinya sebagai karyawan.

Kondisi tersebut diungkapkan oleh Agus Budi Santoso, Sekretaris Dewan Pimpipinan Cabang Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Gunungkidul. Pengaruh Pandemi dan lesunya dunia usaha, menurut Agus menjadi faktor banyaknya PHK yang terjadi akhir-akhir ini.

“Kami prihatin, ekonomi melesu, banyak karyawan yang dirumahkan atau terkena PHK, untuk tahun ini, terkait peringatan hari Buruh, tidak akan ada kegiatan yang dilakukan SPSI yang melibatkan anggota,” ujarnya, Sabtu (1/5/2021).

Agus meneruskan, saat ini pihaknya hanya bisa menghimbau, kepada para pengusaha baik kecil, menengah dan besar agar berusaha bersama dengan pekerja untuk tetap semangat dan terus berjuang.

“Dengan cara meningkatkan produktifitas dan inovasi, tentu akan mampu meningkatkan omzet perusahaan. Perjuangan tersebut harus dilakukan bersama, antara Pengusaha dan Karyawan,” lanjut Agus.

Saat disinggung soal pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), Agus meminta agar THR bisa diberikan kepada karyawan sesuai dengan hak yang harus diterima oleh pekerja.

“Pemerintah tidak mengeluarkan aturan penundaan pemberian THR, jadi kami berharap THR bisa diberikan tepat waktu,” harapnya.

Aturan larangan mudik, dan juga ketentuan masa libur Hari Raya untuk para pekerja, menurut Agus harus ditaati bersama, sesuai ketentuan yang berlaku.

Agus melanjutkan, pentingnya Sinergitas antara tiga unsur pokok yang saling terkait adalah kunci dari kebangkitan ekonomi secara luas.

“Tiga unsur itu adalah Pengusaha, Pekerja dan Pemerintah, dengan Sinergitas ke tiga unsur ini, mari optimis perekonomian kita akan bisa bangkit,” tandas Agus.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul, Ahsan Jihadan mengatakan, pekan ini pihaknya akan membuka posko pengaduan THR.

“Posko pengaduan THR, akan kami buka hingga akhir Mei mendatang, Pekerja yang tidak mendapat hak THR, bisa mengajukan pengaduan,” terang Ahsan.

Ahsan menyebut, posko ini bisa menjadi sarana untuk membantu pemenuhan hak bagi para pekerja.

“Walau ekonomi sedang lesu, kami berharap hak pekerja tetap diberikan sepenuhnya,” pungkasnya. [Edi Padmo]

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar