Inisiasi Kelola Lahan Kritis Demi Ketahanan Pangan, Suswaningsih Raih Kalpataru

oleh -
kalpataru
Suswaningsih, S.TP (ke 3 dari kiri) menerima penghargaan Kalpataru. (dok. Suswaningsih)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Penyuluh Pertanian pada Balai Penyuluhan Pertanian Rongkop, Gunungkidul, Suswaningsih, S.TP memperoleh penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Penghargaan ia terima 14 Oktober lalu.

Sosok Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul ini terpilih dalam nominasi peraih penghargaan Kalpataru kategori Pengabdi Lingkungan. Kegiatan pelestarian lingkungan yang dirintisnya sejak 1996 berhasil merubah lahan kritis menjadi produktif sehingga mampu menopang ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pemanfaatan lahan non produktif meliputi pengembangan tanaman pangan dan kayu-kayuan serta pengembangan tanaman lokal melibatkan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani. Selanjutnya dilakukan pendampingan untuk pengolahan hasil pertanian dengan tetap mempertahankan konservasi lahan tersebut,” kata perempuan berusia 52 tahun ini, Senin (25/10/2021).

Kegiatan dilakukan  pada  lahan seluas 5 Ha dengan jenis tanaman kayu-kayuan, tanaman pangan dengan sistem tumpangsari dengan luasan lahan 903,7 meter persegi. Selain itu juga melakukan konservasi pada lahan seluas 203 Ha. Lahan yang menjadi konsentrasi program pendampingan yang ia lakukan berada di dua kalurahan Karangwuni dan Melikan di Kapanewon Rongkop.

kalpataru
Dokumentasi awal mula penghijauan lahan kritis. (dok. Suswaningsih)

“Salah satunya merupakan kawasan telaga yang tidak lagi mampu menampung air. Kami juga ajak masyarakat menanam tanaman buah, ada jeruk dan kelengkeng,” imbuhnya.

Aktivitas pendampingan lainnya berupa pemanfaatan pekarangan dengan jenis tanaman konsumsi  sayuran cabe, sawi, terong dan tanaman konsumsi lainnya serta penanaman hijauan pakan ternak jenis rumput gajah gluricide, turi dan lain sebagainya. Pendampingan juga dilakukan pada tahapan pengolahan hasil pertanian atau perkebunan.

Selain kegiatan tersebut juga dilakukan pendampingan berupa kegiatan pengolahan hasil pertanian dengan produk jenang dodol dan kripik pisang, yang dikelola melalui KWT (Kelompok Wanita Tani). Kerja keras perempuan yang memiliki komitmen kuat dalam konservasi alam dan pemanfaatan lahan kering menjadi lahan produktif ini membuahkan hasil pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya pada periode 3 tahun terakhir.

Adapun perolehan predikat Kalpataru ini diawali usulan DPP pada tahun 2020. Setelah lolos pada penilaian tingkat provinsi dilanjutkan maju ke tingkat nasional. Pada verifikasi penilaian dimasa pandemi melalui daring dan virtual, Suswaningsih terpilih sebagai satu-satunya perempuan penerima Kalpataru Pengabdi Lingkungan dari 4 kategori yang ada yaitu; Perintis Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, Penyelamat Lingkungan, dan Pembina Lingkungan.

kalpataru
Pendampingan pengolahan hasil pertanian. (dok. Suswaningsih)

“Semua itu merupakan kegiatan yang memang merupakan tugas saya sebagai abdi Negara. Saya bersyukur memperoleh apresiasi,” kata dia merendah.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengapresiasi dan menyatakan bangga dengan raihan Suswaningsih. Ia berharap ASN maupun masyarakat umum di Gunungkidul meneladani dedikasi Suswaningsih. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar