Inginkan Ketenangan, Wasikan Pilih Diami Gubuk Kecil Di Hutan

oleh
Wasikan di depan gubuk tempat tinggalnya. (KH/ Kandar).

NGLIPAR, (KH),– Setidaknya telah setahun penuh Wasikan tinggal di hutan Kayu Putih, di lereng kawasan hutan rakyat di Dusun Kwarasan wetan, Desa kedungkeris Kecamatan Nglipar, Gunungkidul.

Lelaki yang berusia lebih dari 70 tahun ini sebetulnya telah banyak beraktivitas di kawasan hutan sejak 4 tahunan. Namun baru benar-benar menetap sekitar setahun terakhir. Mantri hutan memang mempercayakan keamanan hutan padanya. Sembari menjaga hutan ia juga bertani.

“Saya buat gubuk dengan dinding dan atap berbahan rumput ilalang. Sebagian dinding dari tumpukan batu,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Di bagian depan, tinggi gubuk seukuran tinggi badan orang dewasa. Namun saat masuk, badan harus membungkuk, sebab atap lebih rendah menyesuaikan dinding bagian belakang yang jauh lebih pendek.

Gubuk yang ditinggali terdiri dari dua ruangan kecil, yakni dapur dan tempat tidur. Di dapur Wasikan biasa beraktivitas merebus air untuk diminum, merebus atau membakar ubi hingga menanak nasi. Karena ukuran cukup kecil dan bahan penyusun gubuk terbuat dari kayu dan rumput ilalang, ia sangat memperhatikan dan berhati-hati usai menyalakan tungku dapur. Sebelum ditinggal beraktivitas di ladang, api dipastikan benar-benar padam. Sementara itu, di sebelah tempat tidur ia pakai untuk menumpuk kayu bakar kering.

Wasikan berada di dalam dapur miliknya. (KH/ Kandar).

Wasikan mengaku tak merasa takut tinggal sendirian. Justru saat ini ia merasa fikirannya lebih tenang. “Belum ada niat kembali tinggal menyatu di permukiman warga,” kata dia lagi.

Wasikan menambahkan kisah, dahulu dirinya sempat menikah, namun sebelum ia dikaruniai anak istrinya mendahului berpulang. Meski sebatang kara, ia merasa tak kesepian. Ia selalu mengisi keseharinnya dengan penuh semangat. Wasikan setiap hari disibukkan dengan berbagai aktivitas.

Komentar

Komentar