HUT Ikaragil, Visi Sosial Bagi Tanah Kelahiran Terus Digelorakan

oleh -
IKARAGIL saat merayakan HUT Ke-4 di Bogor. KH/ Dok. Ikaragil
kadhung tresno
IKARAGIL saat merayakan HUT Ke-4 di Bogor. KH/ Dok. Ikaragil
IKARAGIL saat merayakan HUT Ke-4 di Bogor. KH/ Dok. Ikaragil

BOGOR, (KH)— Menginjak usia yang ke-4 Paguyuban perantau asal Gunungkidul, Ikatan Anak Rantau Gunungkidul (Ikaragil), mengadakan peringatan yang diselenggarakan di Gedung olahraga Pemda Bogor, Minggu, (22/5/2016) malam.

Disampaikan ketua panitia peringatan HUT Ikaragil, Eko Suci Wahyudi S.Pd, pihaknya mengumpulkan seluruh warga perantauan Gunungkidul se-Jabodetabek yang tergabung di keluarga besar Ikaragil. Selain itu juga mengundang 19 paguyuban perantau, sehingga total keseluruhan tak kurang dari 1.700 undangan hadir ikut merayakan.

“Sebelumnya, pada hari kelahiran Ikaragil, 6 Mei lalu telah dilaksanakan kegiatan syukuran dan doa bersama. Tema peringatan kali ini yakni Satukan Tekad Wujudkan Mimpi Demi Sosial Dan Kesejahteraan,” kata Eko menginformasikan.

Acara HUT ikaragil yg ke 4 ini, lanjut Eko, merupakan momen yang sangat penting, dalam setiap momentum HUT selalu digelorakan semangat sebagaimana cita-cita pendirian, yaitu memperkuat tali persaudaraan dan juga digadang dapat mendorong kesejahterakan anggota serta manfaat sosial di tanah kelahiran Gunungkidul.

Perantau yang tinggal di Ciriung, Cibinong, Bogor ini mengucapkan selamat dan terimakasih khususnya kepada Ikaragil korwil Yogyakarta, dimana dianggap sebagai ujung tombak untuk setiap kegiatan pelaksanaan bakti sosial di Bumi Handayani.

“Acara sukses kami berharap tahun depan akan lebih baik,” imbuh warga asli Padukuhan Banjaran 1, Desa Banaran, Kecamatan Playen ini. Tak lupa ia juga mendoakan perayaan HUT Gunungkidul berjalan sukses.

Wujud cintanya kepada Gunungkidul, bersama seluruh anggota paguyuban pihaknya mengaku terus berusaha mengharumkan nama Gunungkidul di perantauan, agar Gunungkidul dipandang memiliki rasa paseduluran yang kuat, serta sumber daya manusia yang baik.

“Tekad kami setiap kota, setiap kabupaten mengakui adanya Ikaragil di perantauan. kami juga ikut promosikan pariwisatanya,” pungkas Eko.

Salah satu undangan dari Gunungkidul yang hadir, Wisnu Dwi Atmojo dalam kesempatan itu mengajak warga perantauan Gunungkidul yang berada di Jabotabek agar tahu dan lebih peduli lagi atas potensi wisata yang begitu berkembang di Gunungkidul.

“Dengan harapan ketika perantau ini pulang mereka bukan menjadi turis di daerahnya sendiri,” ujarnya. (kandar)

Komentar

Komentar