Hujan Masih Mengguyur, Ketela Dikuatirkan Membusuk

oleh -
Akibat hujan, petani menunggu waktu yang tepat untuk panen ketela. KH/ S. Yanto
kadhung tresno
Akibat hujan, petani menunggu waktu yang tepat untuk panen ketela. KH/ S. Yanto
Akibat hujan, petani menunggu waktu yang tepat untuk panen ketela. KH/ S. Yanto

WONOSARI, (KH)— Hujan yang masih sering mengguyur pada akhir bulan Juli ini ternyata tak selalu membuat petani gembira. Pasalnya, mereka cukup kuatir akan kualitas dan hasil ketela yang akan mereka panen.

Kekuatiran muncul karena genangan dan kandungan air berlebih bisa menyebabkan busuknya ketela di dalam tanah. Padahal harapan panen raya tahun ini cukup besar mengingat kualitas dan kuantitas ketela mereka cukup bagus.

Untuk tetap memanen ketela saat hujan masih mengguyur bisa menimbulkan resiko. Hal ini disebabkan ketela yang diproses menjadi gaplek membutuhkan panas matahari yang cukup. Apabila terus diguyur hujan bisa dipastikan gaplek akan menghitam dan berjamur, serta tak menutup kemungkinan gaplek juga akan membusuk.

Memasuki akhir bulan Juli seperti ini hampir seluruh petani Gunungkidul biasanya sudah memulai panen ketela. Hingga akhir bulan Agustus, masa panen telah berakhir dan siap untuk dijual atau disimpan untuk dikonsumsi.

Akibat hujan yang masih sering turun ini, hanya sebagian kecil petani saja yang berani memulai memanen ketela. Kebanyakan dari mereka memilih menunda dan menunggu hingga hujan diperkirakan tak akan turun lagi.

“Sebenarnya kami ingin segera memulai tapi sepertinya belum memungkinkan. Sebagian kecil memang sudah panen,┬átapi saya pribadi memilih┬ámenunda dulu,” ucap Sunarto Warga Wunung, Rabu (27/7/2016).

Selain kekuatiran akan ketela yang membusuk, para petani sebenarnya ingin segera menyelesaikan masa panen ketela. Mereka berharap agar dapat memiliki waktu yang agak panjang guna mempersiapkan lahan untuk masa tanam selanjutnya.

“Melihat keadaan yang hingga kini masih sering terjadi hujan serta adanya mendung, prediksi kami masa musim hujan nanti akan maju dan musim kemarau hanya akan berlangsung sebentar saja. Jadi kami harus segera mempersiapkan lahan,” pungkasnya.

Akhir-akhir ini keadaan cuaca memang tidak menentu sehingga sangat wajar bila petani memprediksi akan majunya waktu musim hujan. Bila prediksi mereka benar, artinya dua atau tiga bulan lagi musim kemarau akan berakhir sehingga petani akan mulai bercocok tanam kembali. (S. Yanto)

Komentar

Komentar