Hari Jadi RSUD Wonosari ke 72, Komitmen Untuk Terus Beri Pelayanan Terbaik

oleh -
Peringatan Hari Jadi RSUD Wonosari. (KH/ Edi Padmo)

WONOSARI, (KH),– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari telah memasuki usia yang ke 72. RSUD yang telah puluhan tahun melayani masyarakat ini merayakan hari ulang tahunnya yang ke 72 di hari Sabtu (9/1/2021) kemarin. Pada hari jadi yang dirayakan di tengah suasana Pandemi yang belum juga usai, RSUD Wonosari berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan yang lebih prima.

Dalam peringatan hari jadi itu, pihak RSUD sekaligus meresmikan gedung farmasi dan Paru, serta melaunching program layanan baru untuk pasien yang mengalami sakit kronis dan berusia lansia. Pasien yang berobat ke RSUD kini tidak perlu menunggu antri pemgambilan obat, karena sudah disiapkan petugas antar obat sampai ke rumah pasien.

Seperti yang disampaikan oleh Direktur RSUD Wonosari, dr. Heru Sulistyowati Kepada media, antar obat kepada pasien tersebut memang masih dalam tahab uji coba.

“Untuk tahapan awal, layanan antar obat ke pasien ini masih dibatasi hanya di wilayah Kepanewon Wonosari,” ujar Heru.

Program pelayanan antar obat ini memang baru diperuntukkan untuk pasien yang sudah langganan, Lansia, atau pasien dengan penyakit kronis, seperti Jantung, Stroke, Diabetes, Hipertensi dan penyakit akut yang lain.

“Jadi layanan ini bukan untuk pasien baru,” lanjut Heru Sulistyowati.

Di program baru ini, RSUD telah menyiapkan petugas khusus sebanyak 2 orang. “Petugas ini yang nanti akan mengantar obat tanpa biaya antar kepada pasien sampai rumah, tapi tentunya harus melalui prosedur yang berlaku,” tutur Heru.

Heru juga menyatakan, jika program ini bisa berjalan dengan baik, tidak menutup kemungkinan layanan antar obat itu akan dilakukan kepada pasien yang berada di seluruh Gunungkidul.

Pelayanan antar obat ke pasien ini dikatakan Heru sebagai bentuk antisipasi agar Pasien yang berpenyakit kronis atau Lansia tidak harus mengantri di Loket Apotik

“Karena ini sifatnya free atau layanan gratis, sementara kita batasi hanya pasien di wilayah Kepanewon Wonosari, kedepannya nanti kita evaluasi. Tidak menutup kemungkinan akan kita kembangkan ke seluruh wilayah Gunungkidul,” kata Heru.

Bupati Gunungkidul, Hj Badingah, saat hadir di acara itu untuk meresmikan gedung farmasi dan paru, menyampaikan apresiasi untuk RSUD Wonosari.

“Kami selaku mitra kerja RSUD Wonosari, sangat mengapresiasi program layanan antar obat ke pasien ini, ini salah satu bentuk komitmen pelayanan RSUD ke masyarakat,” ujar Bupati yang sudah mendekati masa purna ini.

Dalam sambutannya, Badingah juga memohon pamit kepada pihak RSUD wonosari, karena sebentar lagi, tugas yang diembannya sebagai Bupati akan segera berakhir.

“Program-program inovasi seperti ini ke depan tentu harus selalu ditingkatkan, tentu dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Gunungkidul sampai ke pelosok Desa,” pungkas Badingah. (Edi Padmo)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar