GKJ Wonosari Tahbisan Pendeta

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, kabarhandayani.– Suasana bahagia tampak pada seluruh jemaat GKJ Wonosari dan para undangan yang hadir dalam Ibadah Istimewa pada Sabtu (9/8/14). Pasalnya, Vikaris atau Calon Pendeta Andreas Sabat Prayogi SSi dalam ibadah tersebut secara resmi telah ditahbiskan atau dilantik sebagai Pendeta di GKJ Wonosari.
Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB berlangsung khidmat dan semarak. Lonceng tiga kali berbunyi menandakan acara dimulai. Ibadah dipimpin oleh Pdt Dwi Wahyu Prasetya SSi dan Pdt Drs Supiarso. Semua umat serentak berdiri, lalu Pendeta Penahbis, Vikaris, Majelis GKJ Wonosari, dan para pendeta GKJ se-Klasis Gunungkidul, dan pendeta lain yang diundang masuk dalam ruang ibadah.
Ibadah dimulai dengan doa dan puji-pujian seluruh umat yang dipimpin oleh Pdt Dwi Wahyu Prasetya dan Pdt Supiarso. Acara kemudian dilanjutkan rangkaian prosesi peribadatan dan berakhir pada prosesi penahbisan vikaris atau calon pendeta ke dalam jabatan pendeta.
Dalam tradisi Gereja-gereja Kristen Jawa, penahbisan pendeta menjadi sebuah ibadah yang penting, karena merupakan peristiwa sekali seumur hidup yang dialami oleh seseorang yang diangkat dalam jabatan kependetaan oleh lembaga gereja. GKJ sebagai salah satu gereja protestan arus utama masih terus menjaga tradisi ke-sakral-an jabatan kependetaan sebagai seorang pemimpin spiritual dalam gereja.
Seseorang yang diangkat sebagai pendeta mengabdikan seluruh hidupnya untuk menjadi pemimpin spiritual jemaat yang dilayani dan menundukkan diri terhadap pengajaran gereja dan tata aturan gereja. Disamping itu, pendeta jemaat juga menjadi tokoh dan suri tauladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pdt Andreas Sabat Prayogi, S.Si yang baru ditahbiskan tersebut dilahirkan di Majenang Cilacap. Pendeta tertahbis sebelumnya menyelesaikan program Sarjana Sains Teologi di Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta. Rangkaian proses pemanggilan di GKJ Wonosari telah dijalani sebelumnya, sampai dengan proses masa vikariat atau pemantapan diri sebelum menerima penahbisan pada tahun 2014.
Pendeta tertahbis menyampaikan kotbah sulung berdasarkan Kitab Roma 12:1-8 dengan tema Tandang Damel Kagem Gusti. Pdt Andreas Sabat Prayogi, S.Si mengemukakan dan mengajak untuk selalu meningkatkan rasa toleransi, tolong- menolong, berkerjasama dalam kerendahan hati, kerjasama secara etis, kerjasama yang menembus batas-batas perbedaan, dan kerjasama yang dibarengi dengan sikap empati terhadap sesama.
Hadir dalam acara tersebut Tommy Harahap Asek I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat mewakili Bupati Gunungkidul, Dandim 0730, Kapolres, Pimpinan DPRD, Pembimas Kristen Protestan Kanwil Kementerian Agama DIY, Kepala Kantor Kementerian Agama Gunungkidul, BAPELSIN XXVI GKJ, Wakil Rektor UKDW, BAPELKLAS XLVI Gunungkidul, FKUB Gunungkidul, FLI Gunungkidul, serta utusan Majelis Jemaat dan umat dari 13 GKJ se- Gunungkidul.gan pendeta, jemaat dapat secara optimal membangun sinergi dengan seluruh masyarakat untuk mempersembahkan karya nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya. (Juju/Jjw)

Komentar

Komentar