Gebyar 17-an Kampung Temu: Perayaan Merdeka yang Sarat Makna dan Manfaat

Kegiatan Pameran Seni Rupa dan mewarnai bersama pelajar TK.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Suasana bulan kemerdekaan di Padukuhan Temu, Kalurahan Pulutan, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul terasa sangat berbeda tahun ini. Warga dan Karang Taruna setempat, melalui tim penggagas yang menamakan diri CUKUR GUNDUL (Cara Untuk Kita Maju Bersama di Gunungkidul), menyelenggarakan Event Gebyar 17-an Kampung Temu sejak 1 hingga 31 Agustus 2025 mendatang.

Rangkaian kegiatan ini tidak hanya sekadar memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-80, tetapi juga menjadi wadah ekspresi seni, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi warga. Lokasi kegiatan dipusatkan di kawasan Kolam Renang Tani Martoyo dan destinasi wisata Lembah Desa Pulutan.

Bacaan Lainnya

Tokoh warga sekaligus penggagas acara, Ruli, menekankan bahwa seluruh rangkaian kegiatan bertujuan menciptakan ruang positif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin membangkitkan semangat gotong royong dan memberi ruang bagi warga untuk berkembang, khususnya melalui kegiatan seni, edukasi, dan ekonomi kreatif,” jelas Ruli.

Agenda yang diusung cukup beragam dan inovatif. Mulai dari pameran busana, kontes kebaya jadul, hingga workshop Semar Gundul yang unik — sebuah pelatihan potong rambut dengan gaya hairstyle cornrow, menggandeng seniman lokal.

Tak hanya itu, masyarakat juga diajak belajar lewat workshop PIP bersama Universitas Gunung Kidul (UGK), serta pelatihan pengelolaan keuangan untuk UMKM, termasuk edukasi khusus bagi kelompok UPPKS Jamu Temu.

Setelah dibuka, acara dimeriahkan dengan pameran seni rupa dan kegiatan mewarnai bersama pelajar PAUD, serta workshop foto produk UMKM.

Sementara itu penutupan rangkaian kegiatan pada pada 31 Agustus menghadirkan suasana yang tak kalah meriah:

  • Senam sehat pagi hari,

  • Pertunjukan Reog di siang hari,

  • Dan Festival Parade Gejog Lesung bersama 4 grup serta pertunjukan toklik pada malam harinya.

Partisipasi Aktif Warga, Dampak Nyata untuk Ekonomi Lokal

Sri Hartini, salah satu panitia pelaksana, mengatakan bahwa seluruh kegiatan ini melibatkan peran aktif masyarakat, terutama para pelaku UMKM dan pemuda-pemudi dari Karang Taruna.

“Kami berharap acara ini menjadi titik awal kebangkitan potensi lokal. Bukan cuma hiburan, tapi juga membawa manfaat ekonomi bagi warga,” ungkap Sri.

Dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk warga sekitar dan pelaku seni membuat Gebyar 17-an Kampung Temu terasa istimewa. Kegiatan ini juga sekaligus memperkenalkan potensi destinasi wisata sebagai salah satu unggulan di Kalurahan Pulutan.idul.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait