Kulineran Sore di Sawah dekat Kota Wonosari, Lembah Desa Pulutan Tempatnya

oleh -67655 Dilihat
oleh
wonosari
Pengunjung di Lembah Desa Pulutan menikmati kuliner. (KH/ Kandar)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Pingin menikmati pemandangan sawah sembari ngeteh? Lembah Desa Pulutan bisa jadi alternatifnya. Hal lain yang menarik, lokasinya mudah dijangkau. Sebab, tak jauh dari pusat Kota Wonosari.

Lembah Desa Pulutan merupakan wahana rekreasi keluarga yang mengawinkan konsep pemandangan alam berupa hamparan sawah dengan tempat kuliner.

Salah satu pengurus Lembah Desa Pulutan, Purwanto menuturkan, kawasan persawahan di Padukuhan Temu, Kalurahan Pulutan, Wonosari ini telah dirintis menjadi wahana rekreasi sejak 2018. Dalam perjalanannya pasang surut terjadi.

Pihak kalurahan melalui BUMDes lantas pada pertengahan 2022 lalu melakukan pengembangan.

Banyak fasilitas pendukung ditambah. Antara lain belasan gazebo dengan desain unik, spot-spot foto instragamable serta tempat makan-minum terbuka dikelilingi sawah.

Gubuk atau gazebo yang ada terhubung oleh jogging track berlampu hias. Saat sore, momemtum terbenamnya matahari menawarkan sensasi senja yang estetik. Setelah malam merayap, cahaya lampu hias pun tak kalah elok.

wonosari
Sore di Lembah Desa Pulutan. (KH/ Kandar)

Biaya Masuk ke Lembah Desa Pulutan, Wonosari

Masuk ke Lembah Desa Puluta tak berbiaya mahal. Per orang cukup membayar Rp5 ribu. Menariknya, tiap tiket, wisatawan mendapatkan 1 cangkir teh manis.

Untuk camilan atau makan, pengunjung dapat memilih berbagai jenis kuliner yang disediakan oleh lebih dari 20 pelapak. Ada soto, bakso, ayam goreng, dan menu tradisional seperti nasi tiwul, sambal bawang, pecel, aneka jajanan pasar dan masih banyak lagi.

“Kalau weekend dalam satu hari pengunjung mencapai 1500-1700 orang. Kalau hari biasa sekitar 500-an orang,” ungkap Purwanto.

Di kawasan ini juga tersedia aula untuk menggelar pertemuan. Termasuk kawasan untuk kegiatan outbond dan edukasi seputar pertanian, berupa sawah berkonsep mina padi. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar