Fosil Hewan Purba Sokoliman Didata Disbudpar DIY

oleh -
Pendataan fosil hewan purba yang ditemukan di Sungai Oya. Foto; Juju.
iklan dispar
Pendataan fosil hewan purba yang ditemukan di Sungai Oya. Foto; Juju.
Pendataan fosil hewan purba yang ditemukan di Sungai Oya. Foto; Juju.

KARANGMOJO,(KH)— Pendataan fosil hewan purba yang ditemukan oleh Bambang Sukito warga Padukuhan Ngringin, Desa Bejiharjo, Gunungkidul beberapa waktu lalu dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat siang (23/1/2015).

Fosil yang diduga merupakan tulang binatang purba ini ditemukan di Sungai Oya yang letaknya tidak jauh dari situs Sokoliman. Meski ditemukan pada pertengahan Bulan Desember lalu, penemuan ini baru santer dibicarakan pada akhir pekan lalu.

Kepada petugas Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan DIY, Bambang mengaku, fosil tersebut ditemukan saat dirinya sedang mencari batu untuk membuat kerajinan batu akik di aliran Sungai Oya yang berjarak 3 km dari rumahnya.

Dia mengatakan, sebelum dilakukan pendataan oleh Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan DIY, dua fosil yang ditemukan olehnya sudah dikonfirmasikan ke Balai Arkeologi Yogyakarta. Sedangkan satu fosil masih disimpannya di etalase rumahnya.

“Tidak hanya penemuan (fosil) ini, saat mencari batu untuk bahan akik, saya juga menemukan gigi binatang yang berukuran besar,” ungkap Bambang, saat ditemui di rumahnya, siang tadi.

Sementara, Kasi Perlindungan Benda Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan DIY Winarsih menungkapkan, kekayaan warisan dan cagar budaya  memang banyak ditemukan di Gunungkidul, bahkan penyebarannya terjadi hampir di setiap kecamatan.

“Sudah ada 413 penemuan cagar budaya di Gunungkidul yang terdata di Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan,” kata dia.

Winarsih menjelaskan, Kabupaten Gunungkidul memang sangat melekat dengan peradapan dan kehidupan prasejarah. Hal ini dikuatkan dengan banyaknya penemuan benda-benda dan penetapan cagar budaya oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY.

Selain itu, lanjut Winarsih, Sungai Oya yang melintasi Gunungkidul juga menjadi saksi peradaban zaman prasejarah. Banyaknya fosil yang ditemukan di Gunungkidul berasal dari sekitar sungai Oya.

“Zaman prasejarah kala itu hidup di kawasan Sungai Oya, mereka nomaden (berpindah-pindah), tetapi tidak menjauhi Sungai Oya, jadi wajar jika banyak fosil ditemukan di tempat tersebut,” ulasnya.

Terkait dengan fosil yang ditemukan Bambang, Winarsih mengaku sudah melakukan pendataan. Setelah pendataan ini selesai, pihaknya akan berkoordinasi dengan BPCB Yogyakarta untuk meneliti lebih lanjut.

“Sudah kita lakukan pendataan. Nanti penelitian mengenai umur fosil dan dari binatang apa BPCB yang akan menjawab,” terangnya. (Juju).

Komentar

Komentar