Festival Perkusi 2014 Gunungkidul Meriah

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, kabarhandayani.– Sembilan group perkusi perwakilan lima desa budaya di Gunungkidul mengikuti Festival Perkusi 2014 yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DIY, Jumat (15/8/2014) malam, di halaman Balai Desa Kepek, Wonosari, Gunungkidul.
Bahrul Mufti, perwakilan dari Dinas Pariwisata DIY mengatakan, festival perkusi 2014 rencananya akan digelar di empat kabupaten. Di Kulonprogo akan dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2014, Bantul 20 Agustus 2014 dan Sleman 21 Agustus 2014.
“Acara ini digelar dalam rangka mengangkat kembali musik tradisional DIY yang hampir punah. Perkusi yang di dalamnya masih mengunakan alat tradisional seperti kentongan harus kita jaga karena merupakan kesenian asli Yogyakarta,” kata Bahrul saat ditemui disela acara.
Gunungkidul ditunjuk sebagai kabupaten pembuka dengan menampilkan group Gejok Lesung Desa Pulutan, Thoklik Sambang Ndalu Semanu, Gejok Lesung Kedung Poh Kidul Nglipar, Thoklik Laras Mudo Wonosari, Thoklik Adem Ayem Logandeng, Perkusi bocah Ngaliyan Pulutan, Uwoh Perkusi Ngaliyan Nglipar dan Thoklik Ngrekso Nglaras Tegal Mulyo Kepek.
Bahrul mengatakan, satu group perkusi terbaik dari empat kabupaten, akan kembali dipentaskan pada tanggal 23 Agustus 2014 di komplek Candi Boko. Disana group perkusi terbaik asal Yogyakarta akan pentas bersama grup perkusi dari seluruh Indonesia. “Dari sabang sampai merauke semuanya akan pentas di Candi Boko,” ungkap Bahrul.
Salah satu peserta festival, Cahyo Susanto dari group Laras Mudo, Wonosari mengaku senang dapat mengikuti festival tersebut. Menurutnya selain ikut menjaga kebudayaan yang ada, acara tersebut dapat menyalurkan hobinya di bidang musik. “Saya suka alat musik tradisional memang sejak kecil,” katanya.
Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB mendapat antusias yang besar dari penonton. Seluruh peserta festival juga nampak bersemangat, memainkan beragam alat musik tetabuhan saat berada di atas panggung. Tidak hanya kentongan dan lesung yang ia pukul. Group Uwoh Perkusi dari Desa Ngaliyan Kecamatan Nglipar bahkan menggunakan berbagai barang bekas untuk menghasilkan nada yang diinginkan.
Berbagai aliran jenis musik mulai dari keroncong, dangdut, dan langgam ia kemas dengan iringan alat musik tradisional. Masing-masing peserta diwajibkan membawakan tiga buah lagu. Dengan tata lampu yang apik dari panitia. Festival perkusi 2014 Gunungkidul tampak sangat meriah. (Juju/Hfs)

Komentar

Komentar