Fajar Sidik Gemar Belajar Mendalang Karena Serial Film Mahabharata

oleh -
Fajar Sidik pentas mendalang saat penilaian Lomba Desa beberapa waktu lalu. KH/Atmaja.
iklan dispar
Fajar Sidik pentas mendalang saat penilaian Lomba Desa beberapa waktu lalu. KH/Atmaja.
Fajar Sidik pentas mendalang saat penilaian Lomba Desa beberapa waktu lalu. KH/Atmaja.

PLAYEN,(KH) — Ihsan Fajar Sidik (12) atau biasa dipanggil Fajar anak usia pelajar sekolah dasar dari Dusun Sayangan Playen pertama kali mengenal kesenian budaya wayang kulit berawal saat dia melihat sebuah tayangan televisi yang menampilkan serial Mahabharata.

Ingin lebih mengetahui tentang cerita Mahabarata, Fajar menyaksikan episode demi episode Mahabharata sampai pada perang Baratayudha. Setelah selesai menyaksikan serial film tersebut, Fajar mempunyai permintaan kepada orang tuanya untuk dibelikan beberapa tokoh pewayangan.

Ia mulai menanyakan tentang kisah pewayangan, sampai pada watak setiap tokoh wayang. Baru sehari dibelikan wayang, Fajar seolah ingin menirukan gaya dan cara bicara tokoh pewayangan Pandawa.

Berdasar pengakuannya, tidak berselang lama, sekitar hanya satu bulan, Fajar sudah bisa mendalang dengan gaya cangikan. “Cangikan mudah dan lucu karena tidak perlu meniru karakter seperti pandawa maupun kurawa,” katanya, Senin (27/04/2015).

Saat ini koleksi wayang milik Fajar sudah hampir lengkap mulai dari Pandawa, Kurawa, hingga Punokawan. Kegiatan positif Fajar didukung oleh kedua orang tuanya dengan mengarahkan bakat Fajar diikutkan les pedalangan di tempat Ki Juang Sastro Utomo.

Dalam waktu seminggu Fajar melakukan latihan mendalang sebanyak 3 kali. Saat ditanya untuk keberanian tampil di atas panggung, dengan polosnya ia menjawab berani terlebih membawa cerita kesukaannya Mahabarata.

Ia mengaku senang dunia pewayangan karena menurutnya, memainkan beberapa tokoh karakter wayang sangat menyenangkan. “Senang bisa mendalang apalagi memainkan peran Arjuna tokoh wayang yang saya kagumi. Ingin belajar dan terus latihan agar bisa menjadi dalang terbaik,” imbuhnya. (Atmaja).

Komentar

Komentar