Eceng Gondok Merubah Nasib Ridho

oleh -
Kerajinan eceng gondok. Foto : Atmaja.
ucapan natal smkn 3 wonosari
Kerajinan eceng gondok. Foto : Atmaja.
Kerajinan eceng gondok. Foto : Atmaja.

iklan kh

SEMANU, (KH) — Pada umumnya masyarakat lebih memilih memelihara tanaman yang memberikan hasil, baik untuk kebutuhan sehari-hari, maupun sebagai penghasilan tambahan. Bagaimana dengan tanaman yang dianggap tidak mempunyai manfaat, seperti tanaman eceng gondok.

Tanaman eceng gondok dianggap tanaman air biasa yang tidak bisa dijadikan pakan ternak, maupun diolah menjadi sebuah makanan seperti tanaman lainnya. Tanaman ini tumbuh dan berkembang di permukaan air dengan akarnya yang berada di bawah air.

Tanaman yang dianggap oleh banyak orang tidak mempunyai manfaat tersebut, justru disulap oleh Ridho (43) warga Ngaglik, Ngeposari, Semanu menjadi sebuah kerajinan yang mempunyai nilai ekonomis sangat tinggi. Tanaman enceng gondok yang sudah dikeringkan, kemudian dianyam dijadikan sebuah benda seperti keranjang, tempat pakaian kotor, dan sebagainya.

Ridho yang dahulu bekerja sebagai buruh pabrik anyaman di Jakarta mengungkapkan, ide membuat anyaman enceng gondok ia dapatkan saat ia bekerja sebagai buruh penganyam rotan. “Waktu itu saya berfikir untuk membuat sebuah anyaman dengan modal rendah, dan akhirnya saya menemukan enceng gondok ini,” katanya, Jumat (23/01/2015).

Ridho memulai usaha anyaman enceng gondok sejak Tahun 2002 lalu. Dengan jerih payah, akhirnya pada Tahun 2007 lalu ia dapat merasakan hasil yang luar biasa dari tanaman enceng gondok tersebut. “Di samping mempunyai usaha sendiri, saya mempunyai mimpi untuk membuka lapangan kerja di Semanu,” jelasnya.

Mimpi Ridho menjadi kenyataan, ketika pada Tahun 2007 lalu ia mendapatkan rekanan beberapa perusahaan besar di Jakarta yang tertarik dengan kerajinan milik Ridho. Hal tersebut membuat Ridho harus bisa memproduksi lebih banyak kerajinannya. Dan, tentunya membutuhkan tambahan pekerja.

“Saat ini total karyawan sebanyak 155 orang yang sebagian besar adalah warga Ngeposari, Semanu,” ungkap Ridho.

Adanya kerjasama dengan perusahaan besar membuat kerjinan anyaman Enceng Gondok milik Ridho berhasil menembus pasar internasional. Tiga negara besar menjadi konsumen tetap kerajinan anyaman Enceng Gondok karya tangan warga Semanu.

Tiga Negara yang menjadi langganan anyaman milik Ridho, antara lain Amerika, Perancis, dan Belanda. Setiap bulan ia mengirimkan produk anyaman sebanyak 2 truk kontainer dengan jumlah 1200 – 1500 kerajinan.

Saat ditanya tentang penghasilan, Ridho mengaku tidak bisa membeberkan keuntungan yang sudah didapat. Ia menjelaskan, untuk satu unit kerajinan memerlukan pengeluaran sebesar Rp 50 ribu, belum termasuk ongkosnya.

“Keuntungan selalu bertambah setiap tahunnya. Yang jelas bersyukur sudah punya rumah dan 2 unit kendaraan sendiri. Selain itu, dari usaha anyaman telah membuat lapangan pekerjaan bagi warga sekitar,” pungkas Ridho. (Atmaja/Tty)

Komentar

Komentar