Dua Tahun Dirintis, Bisnis Minuman Nyaris Tutup Dihantam Pandemi

oleh -
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Verawati bersama Edik Setiawan. (dok. Verawati)

YOGYAKARTA, (KH),– Dinamika bisnis minuman semakin menjamur dan beragam di berbagai kota. Minuman jenis kopi menjadi salah satu yang punya perkembangan cukup pesat.

Edik Setiawan pemuda asal Banguntapan, Bantul ini juga tak mau ketinggalan. Dirinya mencoba meraih peruntungan dengan menjual berbagai minuman kopi dengan brand ‘Nyegerin’ (Milk Coffee Drink).

Edik membuka gerai di Jalan Pandega Padma nomor 25 Yogyakarta (Jl. Kaliurang km. 6). Semenjak dibuka 2 tahun lalu respon pasar cukup baik. Wirausaha yang dirintis itu tidak butuh waktu lama berkembang dan punya banyak pelanggan.

Namun semenjak pandemi COVID-19 merebak, omset penjualan aneka varian minuman kopi terus turun.

“Penghasilan rata-rata saat laris turun terus akibat pandemi yang diikuti berbagai kebijakan, diantaranya PPKM,” kata Edik saat ditemui di gerainya dalam waktu dekat ini.

Dari omset rata-rata harian, mula-mula turun 20 persen, kemudian turun lagi sampai 50 persen. Bahkan ia mengaku, jika dihintung rinci, hasil penjualan harian belakangan ini bisa dibilang rugi. Hasil jualan tidak menutup biaya modal dan operasional.

Dirinya sempat berfikir untuk menutup usahanya sementara waktu. Menunggu situasi membaik lalu kembali membuka lapak melayani konsumen. penutupan gerai ia pertimbangkan lantaran takut menanggung rugi lebih banyak.

“Saat ini masih saya upayakan bertahan. Semoga pandemi degera berakhir, sehingga usaha perekonomian skala kecil milik masyarakat seperti saya kembali bergeliat,” harap Edik.

Penulis : Verawati & Ignatius Soni Kurniawan, S.E, M. Sc (Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar