DPC Gerindra Gunungkidul Tindak Tegas PAC Yang Tidak Dukung Sutrisna – Ardi

oleh -
Ketua DPC Gerindra Gunungkidu memberikan keterangan pers. (KH/kandar)
iklan dispar

WONOSARI, (KH),— Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Gunungkidul menegaskan akan memberikan sikap tegas terhadap Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang tidak taat dengan keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Keputusan yang dimaksud berkaitan dengan SK bakal pasangan calon (bapaslon) yang akan diusung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gunungkidul 2020.

Ketua DPC Gerindra Gunungkidul, Purwanto mengatakan, DPP telah menyetujui mengusung bapaslon Sutrisna Wibawa – Mahmud Ardi Widanto. Ia menyatakan tidak benar ada 13 PAC yang sebelumnya melakukan deklarasi mendukung bapaslon lain.

“Setelah kami cek hanya 9 PAC tidak taat DPP. Segera akan kami sikapi dan tindak tegas,” kata Purwanto dalam keterangan pers di Karangrejek, Wonosari, Jumat (11/9/2020). 9 PAC itu diantaranya Ponjong, Karangmojo, Rongkop, Paliyan, Saptosari, Panggang, Ngawen, Nglipar, dan Semanu.

Pihaknya akan segera mengganti oknum pengurus PAC termasuk DPC yang berseberangan dengan keputusan DPP. Ia sendiri optimis mampu mengamankan perintah DPP dengan kembali terjun ke konstituennya di 5 Daerah Pemilihan (Dapil).

Menurut Purwanto, polemik yang dihadapi menjadi hal biasa dan lumrah dalam dinamika berpolitik. “Kami sudah turun ke konstituen menegaskan bahwa perintah DPP tidak bisa dilanggar. Kami juga mempunyai mekanisme pembinaan kepada mereka yang tidak patuh,” imbuh dia.

Gerindra, lebih jauh disampaikan, telah menyusun serangkaian metode sosialisasi bersama partai koalisi untuk memenangkan bapaslon yang diusung, Sutrisna – Ardi.

Empat partai koalisi yang tergabung dalam relawan Kadhung Trisno saat ini disebut telah memiliki modal dasar 160.000-an konstituen. Selain mengamankan besaran kekuatan tersebut gerakan ke bawah atau masyarakat serta ke tokoh dengan berbagai latar belakang profesi terus dilakukan.

Dalam kesempatan yang sama, Sutrisna Wibawa mengaku, sebagai bagian dari persiapan mengikuti Pilkada dirinya sudah mengajukan pegunduran diri sebagai Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

“Tinggal menunggu SK, mudah-mudahan minggu depan turun,” kata dia.

Dengan turunya SK ia mengaku akan dapat lebih leluasa terjun melakukan sosialisasi ke masyarakat. Adapun gerakan yang selama ini dilakukan relawan setidaknya telah menyasar 1.813 dusun.

“Kami akan turun memanfaatkan waktu kampanye sebaik mungkin. Kami akan bergerak ke bawah sesuai koordinasi tim,” tukas warga Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul ini. (Kandar)

Komentar

Komentar