Diskusi Aktual Kepemudaan: Pelajar Jangan Hanya jadi Objek Politik

oleh -
demokrasi
Diskusi aktual kepemudaan di Aula Utama BMT dana Insani Guungkidul, Sabtu (4/12/2021).

GUNUNGKIDUL, (KH),– Komunitas Rumah Polhukam Pelajar Daerah Istimewa Yogyakarta dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah  (IPM) menggelar diskusi aktual kepemudaan di Aula Utama BMT dana Insani Guungkidul pada Sabtu (4/12/2021).

Dalam agenda tersebut penyelenggara menjaring ratusan pelajar di 22 propinsi di Indonesia untuk turut serta mengikuti secara daring. Kegiatan juga dihadiri oleh berbagai organisasi pelajar secara hybrid.

merupakan kolaborasi program Rumah Polhukam Pelajar DIY, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhamamdiyah DIY, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul, dan BAWASLU DIY. Dari program ini diharapkan adanya peran besar pelajar dan pemuda dalam proses demokrasi di Indonesia.

Dari program hasil kolaborasi Rumah Polhukam Pelajar DIY, Pimpinan Wilayah IPM DIY, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul, dan BAWASLU DIY ini diharapkan mampu menghadirkan peran besar pelajar dan pemuda dalam proses demokrasi di Indonesia.

“Belajar dari pemilu sebelumnya di tahun 2019, pelajar hanya dijadikan objek politik dan seolah dimanfaatkan oleh oknum calon. Saat ini sudah saatnya pelajar memiliki sense of crisis  dan mau memberikan sumbangsihnya terhadap pelaksanaan pesta demokrasi baik menjadi pelaksana atau pengawas partisipatif,”  kata Koordinator Rumah Polhukam Pelajar, Muhammad Yasir Abdad.

Pemateri dalam diskusi ini menilai, pelajar sebagai kelompok masyarakat yang memiliki potensi akademis perlu terjun langsung dalam perjalanan demokrasi yang kian hari mengalami berbagai tekanan yang bersifat destruktif.

Kebutuhan akan pendidikan politik dan wawasan kebangsaan, kata dia,  menjadi suatu hal yang perlu dijawab dan dipenuhi oleh berbagai pihak terkait terutama penyelenggarra pemilu, peserta pemilu, ataupun masyarakat secara luas.

Salah satu peserta termuda asal DIY, Veronika Dyas Mahanani (15) mengatakan, pendidikan politik masih perlu diperbanyak di kalangan pelajar.

“Acara diskusi seperti inilah yang sangat dibutuhkan anak muda untuk saling bertukar pikiran atau bahkan berdebat mengenai cara yang paling tepat dalam mencapai hasil terbaik dari sebuah demokrasi. Dari sinilah pelajar dapat membangun argument dan belajar menyampaikan pendapat yang menjadi ruh dalam sistem demokrasi itu sendiri. Harapannya, forum seperti ini dapat terus ada sebagai media belajar bagi kami,” katanya.

Selain mengadakan diskusi aktual, IPM DIY dan Rumah Polhukam juga menginisiasi Deklarasi Pelajar Peduli Demokrasi bagi 87 peserta yang hadir secara offline dari lima kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Komisioner BAWASLU DIY, Amir Nashiruddin S.Hi berharap agar pelajar DIY menjadi pelopor gerakan pelajar peduli demokrasi.

“Mudah-mudahan dengan adanya deklarasi ini, muncul semangat di kalangan pelajar untuk mengawal demokrasi,” harap Amir.

Amir juga berharap dari deklarasi yang sudah terlaksana, seluruh peserta dapat tergerak untuk mengawal pergerakan politik di Indonesia agar menghasilkan atmosfer demokrasi yang harmonis dan berkemajuan. (red)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar