Dirjen PAUD Dikmas Canangkan GIM Di Gunungkidul

oleh -
Pencanangan Gerakan Indonesia Membaca Di Gunungkidul. KH/ Edo
iklan dispar
Pencanangan Gerakan Indonesia Membaca Di Gunungkidul. KH/ Edo
Pencanangan Gerakan Indonesia Membaca Di Gunungkidul. KH/ Edo

WONOSARI, (KH)— Dirjen PAUD dan Dikmas, Haris Iskandar, Kamis (19/5/2016), berkunjung ke Kabupaten Gunungkidul. Kedatangan Haris tersebut dalam rangka mencanangkan Gerakan Indonesia Membaca (GIM) dan Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M) menggantikan Mendikbud Anies Baswedan yang berhalangan hadir.

Dalam sambutannya, ia menekankan kepada Pemkab Gunungkidul untuk menangani masalah tingginya angka buta aksara di Kabupaten Gunungkidul. Dilihat dari tingkat nasional angka buta aksara di Gunungkidul memang masih kecil akan tetapi kalau dilihat di tingkat provinsi angka buta aksara di Gunungkidul memang paling banyak. Data nasional menyebutkan bahwa buta aksara tertinggi adalah di Papua.

“Membaca ini perlu dan harus bisa dilakukan oleh setiap masyarakat di seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Gunungkidul, mari kita berantas secara bersama-sama menanggulangi angka buta aksara di Gunungkidul,” katanya.

Menurutnya, dengan membaca masyarakat bisa mendapatkan beberapa hal positif yang mungkin selama ini belum diketahui. Membaca juga akan melatih mental dan fikiran sehat, serta mampu mengurangi tingkat stres. Upaya untuk memberantas buta aksara juga menyasar kaum ibu-ibu, pada prakteknya sekaligus ada pelatihan untuk berwirausaha.

Angka buta aksara di Indonesia sendiri mencapai 5,9 juta, mayoritas berada di umur 45 tahun ke atas. “Penyebabnya buta aksara tersebut, memang dulu belum ada sistem wajib belajar 9 tahun, mari kita budayakan Gerakan Indonesia Membaca,” Pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Badingah S. SOs dalam sambutannya menyampaikan, jika Gunungkidul akan berupaya dengan baik melaksanakan tindak lanjut Gerakan Indonesia Membaca.

“Setiap orang tua agar membiasakan anak-anaknya untuk gemar membaca,” ajaknya. (Edo)

Komentar

Komentar