Dihadiri Gandung Pardiman, Boyongan Pasar Tani Kalurahan Ngleri Diwarnai Tayuban

oleh -
Prosesi peresmian Pasar Tani di Kalurahan Ngleri, Playen, Gunungkidul. (KH/Kandar)
iklan hut ri multazam

PLAYEN, (KH),– Menandai peresmian sekaligus boyongan atau pemindahan pasar tradisional di Kalurahan Ngleri, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, pengelola pasar dan kalurahan setempat menggelar pentas seni Tayub, Minggu, (19/7/2020).

Lurah Ngleri, Supardal mengatakan, selain diwarnai pentas tayub, prosesi ritual penguburan sesaji atau ‘syarat’ bagian dari kearifan lokal ‘boyongan’ pasar juga dilaksanakan.

“Yang dikubur di tengah pasar yakni kendil dari tanah diisi daun pohon beringin dan sampah dari pasar Kawak, bekas pasar kuno cikal bakal Pasar Argosari di Padukuhan Seneng, Kalurahan Siraman,” terang dia.

Menurutnya, pasar tradisional di Kalurahan Ngleri sebelumnya berada di Pasar Pon. Karena tidak ‘hidup’ pasar dipindah di salah satu area di wilayah setempat. Namanya juga diubah menjadi Pasar Tani.

“Pasar dibangun dengan dana desa dari 5 Tahun Anggaran, dari 2016 hingga 2020 dengan total kurang lebih Rp 690 juta,” terang Supardal.

Adapun hasil dari alokasi anggaran pembangunan itu dapat diwujudkan 12 kios berikut kantor BUMDes dan 3 los dengan kapasitas 36 lapak di bagian dalam dan 4 lapak di pintu masuk.

Dalam kunjungan reses sekaligus menghadiri agenda peresmian anggota DPR RI, Drs HM Gandung Pardiman berharap, pasar tradisional mampu mendongkrak perekonomian warga, terlebih di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini.

“Pasar ini bagian dari cita-cita warga. Semoga mampu menaikkan taraf hidup masyarakat,” ujarnya. Dirinya menghimbau agar pedagang dan pengunjung tetap melaksanakan protokol kesehatan. Sebab pandemi COVID belum berakhir.

Saat hadir dirinya menyerahkan sejumlah bantuan dana untuk kas perhimpunan pedagang, kepada PKK, Gugus Tugas COVID tingkat kalurahan, dan lain-lain.

Dalam kesempatan tersebut pihaknya juga menegaskan menolak dengan tegas Rancangan Undang-Undang (RUU) Halauan Ideologi Pancasila (HIP). Menurutnya, Pancasila merupakan landasan yang telah selesai diletakkan oleh para pendiri bangsa.

“Saya tidak setuju Pancasila diperas menjadi trisila dan seterusnya,” tandas Ketua DPD Golkar DIY ini. (Kandar)

Komentar

Komentar