Desa Budaya Kepek Juara Festival Kethoprak

oleh -
iklan dispar

KARANGMOJO, kabarhandayani.– Desa Budaya Kepek Kecamatan Wonosari keluar sebagai juara dalam festival kethoprak antar desa budaya yang digelar oleh Dinas Kebudayaan DIY dan Disbudpar Gunungkidul. Mereka unggul dari 9 peserta lainnya dan dipastikan mewakili Gunungkidul maju ke tingkat DIY.
Festivak kethoprak digelar di Balai Desa Bejiharjo Karangmojo selama 3 malam padi pada 10-12 Agustus 2014. Penilaian grup kethoprak tingkat kabupaten ini diikuti oleh 10 group ketoprak dari 10 desa budaya di Kabupaten Gunungkidul.
Dalam festival ini, beberapa unsur penilaian yang diterapkan oleh dewan juri antara lain dialog, akting, bloking, kostum dan tata rias. Setelah melalui penilaian yang panjang, dewan juri yang terdiri dari M Sugiarto (kethoprak RRI), Ignasius Wahono (seniman Tembi Rumah Budaya) dan Pardiman Joyo Negoro S.Sn (seniman Kethoprak Yogyakarta) menetapkan Grup Ketoprak Desa Budaya Desa Kepek Kecamatan Wonosari sebagai juara.
“Kami memberikan apresiasi kepada Desa Budaya Kepek. Mereka bermain kethoprak sangat bagus. Keputusan ini dapat dipertanggungjawabkan,” kata Ignasius Wahono, dalam menyampaikan hasil penilaian, pada Selasa (12/08/2014) .
Dalam festival tersebut, Desa Kepek tampil membawakan lakon berjudul Babad Alas Nongko Doyong. Kisah itu mengungkap pembukaan hutan Wonosari atas perintah Raden Tumenggung Prawirosetiko. Konflik dan lika-liku tentang pembagian wilayah administratif mampu ditampilkan dengan apik oleh grup kethoprak Desa Kepek yang dipimpin langsung oleh kepala desa.
Ignasius Wahono menambahkan, dalam festival kali ini masing-masing peserta banyak menyajikan lakon yang berkaitan dengan cerita rakyat yang diyakini terjadi di wilayahnya masing-masing. Sebagai contoh dari Rongkop tentang legenda asal mula Rongkop dan Jeruk Wudel.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Gunungkidul Saryanto dalam sambutannya berharap, festival itu bisa membangkitkan para seniman kethoprak Gunungkidul untuk terus berkarya. Pihaknya juga menyambut baik ratusan masyarakat yang setia datang menyaksikan festival kethoprak.
“Ketoprak adalah warisan budaya peninggalan nenek moyang yang harus kita jaga dan kita lestarikan. Kepada desa budaya yang terpilih, semoga dapat menyuguhkan yang terbaik di tingkat DIY dan memberikan yang terbaik kepada Kabupaten Gunungkidul,” katanya. (Juju/Hfs)

Komentar

Komentar