Debit Sumber Air Besar, Namun Belum Terkelola Optimal

oleh -
iklan dispar

TEPUS, kabarhandayani,– Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus memiliki sumber mata air yang tak pernah kering sepanjang musim. Sumber mata air Sureng berada di Padukuhan Sureng II, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus.
Sumber mata air Sureng terletak di dekat Pantai Ngitun, berada di tengah-tengah hutan alam yang rimbun dan hijau sepanjang musim. Sumber mata air Sureng merupakan sumber air andalan yang dimanfaatkan oleh 4 padukuhan di Desa Purwodadi, yaitu Padukuhan Sureng I, Sureng II, Danggolo dan Luweng Ombo.
Kiatno (34), salah satu Pengelola Kelompok Air Tirta Aji Purwodadi menjelaskan, sumber mata air  Sureng dulu pernah diteliti oleh UGM, debit air yang dihasilkan cukup besar. Meski debit sumber mata air Sureng besar, sampai saat ini belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Pengelola sudah beberapa kali memperoleh bantuan mesin dari pemerintah, namun belum mampu mengalirkan air sampai ke rumah-rumah penduduk.
Kiatno menambahkan, jarak sumber air dengan pemukiman cukup jauh, kurang lebih 3 kilo meter dengan kondisi wilayah pegunungan yang naik turun. Air sampai saat ini baru dapat dialirkan ke satu bak penampungan yang berada di Padukuhan Sureng II.
Lanjut Kiatno, teknologi pompa air tenaga surya bantuan pemerintah sering rusak dan pengelola kelompok belum mampu memperbaiki sendiri. sehingga jika rusak harus menunggu teknisi dari Yogyakarta. “Kalau pompa yang biasa, kami masih bisa memperbaiki. Tapi kalau yang tenaga surya kami masih belum bisa,” jelasnya, Senin (15/9/2014).
Kiatno berharap, sumber mata air di Sureng dapat dikelola dengan baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat Sureng I dan Sureng II, Danggolo dan Luweng Ombo Desa Purwodadi dengan optimal. “Ya kalau bisa air bisa disalurkan dari rumah ke rumah, tidak hanya sampai di bak penampungan,” harapnya.
Sugiman, Dukuh Sureng II menambahkan, sumber mata air Sureng saat ini menjadi salah satu andalan warga di saat musim kemarau, tetapi belum bisa sampai ke rumah-rumah warga. Saat ini warga memanfaatkan mata air Sureng untuk keperluan mencuci, mandi dan memasak.
“Masih banyak warga mandi dan mencuci di mata air Sureng, biasanya kalau pulang sekalian bawa jerigen untuk keperluan memasak,” pungkasnya. (Heri Fosil/Jjw).

 

Komentar

Komentar