Bulan Suro Harga Ayam Kampung Mengalami Penurunan

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, (KH) — Pada pertengahan bulan suro harga ayam kampung diperkirakan akan turun drastis. Bulan Suro adalah bulan di mana masyarakat jarang melakukan kegiatan seperti rasulan ataupun hajatan yang pada umumnya menggunakan ayam kampung sebagai hidangan.

 

Harga ayam kampung yang sempat menaik hingga bulan oktober lalu, kini mengalami penurunan drastis. Hal ini membuat sejumlah pedagang ayam kampung di Pasar Burung Kepeksari lesu.Seperti yang terjadi di Pasar Burung Kepek Wonosari sebagian besar ayam disetorkan ke rumah makan di wilayah Gunungkidul.

 

“Pendapatan berkurang kerena seperti biasanya jika bulan suro, ayam kampung jarang dipakai masyarakat untuk hajatan atau mengadakan upacara adat, seperti rasulan dan sebagainya,” kata Eko (35) penjual ayam asal Desa Giring Paliyan, Jumat (7/11/2014).

 

Kepada KH, Eko menjelaskan, ayam Jantan yang sebelumnya seharga Rp 60 – 95 ribu kini turun menjadi Rp 45 – 60 ribu, penurunan harga berkisar Rp 15 – 25 ribu. Harga ayam betina sekarang turun menjadi Rp 25 – 40 ribu yang sebelumnya seharga Rp 45 – 60 ribu . Untuk ayam kemanggang harga turun dari Rp 35 – 40 menjadi Rp 25 – 30 ribu.

 

Dari pantauan KH di Pasar Burung Kepek, pengunjung tampak sepi. Hanya ada beberapa kendaraan dari rumah makan yang membeli ayam kampung. Bahkan di tempat pemotongan ayam Pasar Burung Kepek juga sepi pengunjung.

 

Turunnya harga ayam kampung dirasakan oleh Suwandi (39) penjual ayam asal Desa Wareng. Ia mengungkapkan, masyrakat enggan menjual ayamnya karena masyarakat lebih memilih menjual ayam pada akhir tahun nanti hingga musim panen.

 

“Saat ini saya mengurangi dagangan yang saya bawa karena rugi jika harus dijual pada bulan ini,” katanya.

 

Lebih lanjut Suwandi menjelaskan, dirinya memilih untuk menampung beberapa ayam sampai selesainya bulan Suro.. “Dari pada rugi besar, saya memilih untuk memelihara dahulu antara satu sampai tiga minggu mendatang,” pungkas Suwandi. (Atmaja/Tty)

Komentar

Komentar