BPCB Segera Teliti Temuan Belasan Kilogram koin Logam Berhuruf Cina

oleh -
Anggota Polsek Playen menunjukkan koin logam. insert: kepingan koin logam dan lubang ditemukannya benda yang diduga uang kuno asal Cina. KH/ Kandar.
iklan dispar
Anggota Polsek Playen menunjukkan koin logam. insert: kepingan koin logam dan lubang ditemukannya benda yang diduga uang kuno asal Cina. KH/ Kandar.
Anggota Polsek Playen menunjukkan koin logam. insert: kepingan koin logam dan lubang ditemukannya benda yang diduga uang kuno asal Cina. KH/ Kandar.

PLAYEN, (KH)— Badan Pelestari Cagar Budaya (BPCB) DIY dengan segera akan melakukan penelitian terkait ditemukannya koin-koin logam oleh Saridi (40) warga Padukuhan Gedad, Desa Banyusoca, Playen.

Setelah ditemukan pada Kamis, (20/10/2016), anggota Polsek Playen mengamankan koin yang diduga uang logam cina tersebut. Kanit Reskrim Polsek Playen Aiptu Teguh mengungkapkan, total koin memiliki berat sekitar 13,5 Kilogram dengan jumlah yang mencapai ribuan keping.

“Kami mendapat laporan bahwa warga Gedad menemukan koin seperti uang logam saat menanam tanaman Gamal/ Kleresede,” terangnya, Jum’at, (21/10).

Lanjutnya, setelah datang ke lokasi penemuan, koin logam sudah disimpan di tempat Saridi selaku pemilik tanah pekarangan. Awalnya ia hanya menemukan beberapa, kemudian ia memanggil anak-anak SD untuk melanjutkan pencarian.

Kemudian kelima anak SD menggalinya menggunakan tangan saja. Lokasi penemuan berada 100 meter di belakang rumah Saridi di lereng bukit. Apabila koin logam berlubang tersebut dicermati memang terdapat huruf cina sehingga banyak pihak berspekulasi bahwa benda tersebut merupakan uang kuno asal Cina.

“Kita cek lokasi memang terdapat lubang atau rongga, sepertinya uang sengaja ditimbun. Lubang seperti dibuat untuk menyimpan,” jelas Teguh menduga.

Sementara itu, berdasar keterangan warga tidak jauh dari lokasi penemuan terdapat Pertapan Goa Putri dan Makam Sayid Saiti Koman. Ia sendiri tidak tahu apakah ada kaitannya antara koin logam dengan dua tempat yang ada sejak zaman kuno tersebut.

“Kita menunggu kedatangan pihak BPCB untuk meneliti koin logam tersebut,” pungkas dia. (Kandar)

Komentar

Komentar