Bonggol Pisang Diolah Menjadi Camilan Bernilai Ekonomi

oleh -
Winarsih dan anggota kelompok UKM Mekar Sari Padukuhan Kulwa, Dea Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo mengemas keripik bonggol pisang. KH
iklan dispar
Winarsih dan anggota kelompok UKM Mekar Sari Padukuhan Kulwa, Dea Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo mengemas keripik bonggol pisang. KH

KARANGMOJO, (KH)— Rintisan kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM) Mekar Sari Padukuhan Kulwa, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo mengolah bonggol pisang menjadi camilan. Upaya tersebut mampu mendatangkan tambahan penghasilan bagi anggota UKM.

Sebelum mengolah Bonggol pisang menjadi keripik, sebagaimana disebutkan ketua kelompok, Winarsih, bersama anggota yang berjumlah 20 ibu rumah tangga ini telah menghasilkan olahan peyek. Lantas semenjak adanya dampingan dari Dinsosnakertrans Gunungkidul beberapa macam olahan lain ditambah.

“Ada steak ketela, steak buah naga, kripik ketela ungu, dan olahan utama keripik bonggol pisang,” rinci Winarsih, Senin, (31/1/2017). Setelah berjalan selama 4 bulan semenjak dihasilkannya ragam produk tersebut Winarsih mengaku tidak begitu banyak mengalami kendala pemasaran.

Sebab, di Bejiharjo terdapat destinasi wisata yang sangat populer diantara destinasi wisata lain di Gunungkidul. Rata-rata kunjungan yang tinggi dapat dimanfaatkan kelompok Mekar Sari sebagai sasaran yang potensial pemasaran produk.

Selain dipasarkan di toko dan konsumen lokal, permintaan sejumlah warung dan toko kuliner di destinasi wisata Goa Pindul cukup tinggi. Kedepan, setelah jumlah produksi dapat digenjot perluasan pasar akan segera diupayakan.

Sementara itu, berbagai alat produksi yang didapatkan setelah pendampingan sangat menunjang proses produksi berbagai olahan makanan. Ada timbangan, freezer, mixer, blender, gilingan daging, penggiling tepung, parutan kelapa, kompor sumbu, sealer pack dan lainnya.

Lebih jauh disampaikan, bahan baku khususnya bonggol pisang saat ini seolah dapat dikatakan gratis, karena berasal dari pisang milik anggota yang buahnya telah dipetik. Pun demikian misalnya harus membeli harganya sangat murah.

Dalam satu minggu, sekitar 60-an pack bonggol pisang terjual melengkapi penjualan olahan yang lain. Saat ini omset rata-rata yang diperoleh kelompok Mekar Sari antara Rp.300 hingga Rp. 500 ribu tiap satu minggu. Karena bersifat rintisan, anggota kelompok mengaku senang meski capaian hasil belum begitu besar.

“Sangat membantu secara nyata menambah pendapatan anggota. Mudah-mudahan semakin berkembang,” harap Winarsih. Guna kelangsungan usaha, pihaknya sedang mengupayakan legalitas kelompok berupa ijin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT). Apabila sudah memiliki P-IRT mereka berniat akan menjual aneka produknya ke luar wilayah. (Kandar)

Komentar

Komentar