Bermodus Beri Bantuan, Dua Pelaku Gondol Emas Milik Lansia

oleh -
gendam
Ilustrasi gendam/hipnotis. (sumber : soal tuntas)

KARANGMOJO, (KH),– Nasib nahas dialami seorang lansia warga Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Dua orang pelaku kejahatan yang mengaku sebagai petugas pemberi bantuan yang mendatanginya menipunya mentah-mentah. pelaku diduga menghipnotis korban dan membawa lari sejumlah perhiasan emas miliknya.

Siyem (69), warga Padukuhan Kedungdowo, Kalurahan Jatiayu, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, diperdaya dua orang pelaku kejahatan. Diduga dilakukan dengan cara hipnotis. Akibatnya korban kehilangan perhiasan emas. Kejadian ini terjadi pada hari Jum’at (23/7/2021). Keduanya mengaku sebagai petugas dari Kapanewon Karangmojo yang berdalih hendak memberikan bantuan berupa sembako.

Bhabinkamtibmas Kalurahan Jatiayu, Polsek Karangmojo  Aiptu Cristianto mengatakan, bahwa dua penjahat ini mendatangi korban dengan modus mengaku sebagai petugas Kapanewon yang akan memberi bantuan Sembako.

“Dua pelaku mendatangi korban Jumat pagi, sekitar pukul 08.30 WIB, mereka mengaku petugas Kapanewon yang hendak memberikan bantuan berupa beras, minyak dan sejumlah uang,” terang Cristianto, Sabtu (24/7/2021).

Ketika korban terlena, salah seorang pelaku tiba – tiba menepuk pundak korban dan meminta menunjukan barang berharga miliknya.

“Korban yang sudah dalam pengaruh gendam/hipnotis, dalam kondisi tidak sadar lantas menuruti perintah pelaku dan menyerahkan cincin emas seberat 4 gram miliknya,” lanjut Cristianto.

Selanjutnya korban disuruh untuk mandi, dengan alasan akan diajak para pelaku ke kantor Kapanewon, guna mengambil bantuan.

“Saat korban selesai mandi, korban mendapati para pelaku sudah menghilang. Saat itulah korban sadar telah menjadi korban kejahatan, kemudian korban meminta pertolongan kepada tetangganya,” sambung Bhabinkamtibmas.

Tetangga korban yang sempat mengejar para pelaku kehilangan jejaknya.

“Pelaku diduga menggunakan ilmu gendam. Kami menghimbau kepada warga masyarakat agar selalu waspada dan berhati – hati kepada orang yang tidak dikenal,” pungkas Cristianto. (Edi Padmo)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar