Bayi Stunting di Bejiharjo Tinggi, Posyandu Satelit Didirikan

oleh -
Stunting
Pembukaan Posyandu Satelit di Padukuhan Grogol 4, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul. (KH/ Kandar)

KARANGMOJO, (KH), — Bayi stunting di Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul tergolong tinggi. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan didirikannya Posyandu Satelit di kalurahan setempat.

Kepala Puskesmas Karangmojo II, Purwanti SKM. MM., menyampaikan, sebanyak 25 persen dari seluruh balita di Bejiharjo mengalami stunting atau bermasalah pada tumbuh kembang fisiknya.

Berdasar data, ada1000-an balita di Bejiharjo. 25 persen dari keseluruhan, ukuran fisiknya, diantaranya tinggi badan bayi tidak sesuai dengan anak normal yang seusia.

“Permasalahan kesehatan tersebut menjadi salah satu latar belakang pendirian Posyandu Satelit,” kata dia, Rabu (24/11/2021) disela peresmian Posyandu Satelit di Padukuhan Grogol 4.

Posyandu Satelit di Bejiharjo totalnya 5 titik. Posyandu Satelit membantu Posyandu padukuhan dalam pemantauan tumbuh kembang bayi dan kesehatan ibu hamil. Jika balita tidak sempat mengikuti penimbangan di posyandu padukuhan, sewaktu-waktu bisa datang ke Posyandu Satelit.

“Stunting masuk fokus 5 program kesehatan nasional. Keberadaan Posyandu Satelit ini dapat meningkatkan tingkat kunjungan bayi mengikuti penimbangan dan pemantauan kesehatannya. Selama ini tingkat kunjungan tidak sesuai dengan jumlah balita yang ada, ” terang dia.

Dia merinci, dari 25 persen balita yang mengalami stunting, 15 persennya memiliki ukuran dengan kategori sangat pendek atau kecil dari ukuran normal. Di Posyandu Satelit, selain disediakan layanan pemantauan kesehatan balita dan ibu hamil, kader kalurahan dan dusun telah dibekali kemampuan yang dapat memberikan layanan bagi lansia dan Keluarga Berencana (KB).

Guna mendukung keberadaan Posyandu Satelit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul juga memberikan pendampingan yang mendukung perbaikan gizi bayi dan ibu hamil melalui pemanfaatan pekarangan dengan budidaya lele dan sayuran.

“Dari 25 persen balita yang mengalami stunting, perkembangan terbaru sudah turun menjadi 21 persen, diantaranya dipengaruhi dengan keberadaan Posyandu Satelit,” imbuh Purwanti.

Panewu Karangmojo, Marwata Hadi menyambut baik dengan kehadiran Posyandu Satelit Manunggal Sehat di Grogol 4. Pihaknya mengajak semua pihak terlibat dalam penanganan stunting.

“Semua demi generasi masa depan yang sehat dan unggul. Kami berharap stunting segera menurun jumlahnya,” harap dia.

Terpisah, Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty mengungkapkan, data stunting tahun ini belum bisa terakumulasi secara keseluruhan. Yang jelas sasaran yang diukur menurun karena Pandemi COVID-19. Adapun untuk tahun lalu, jumlah balita stunting mencapai 5.390. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar