Batik Manggar Gading: Inovasi Batik Tulis dan Cap Sebagai Upaya Pelestarian Budaya

oleh -
batik manggar gading
Melihat rumah produksi Bati Manggar Gading. (dok. Isnani Attin Nur A’yunin)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Batik adalah seni lukis kain dengan menggunakan canting yang berisi cairan lilin malam Dengan teknik tertentu agar lukisan tersebut dapat bernilai tinggi. Batik merupakan warisan budaya dunia dari Indonesia, yang telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Batik juga menjadi ciri khas dari budaya Indonesia, khususnya Jawa.

Berawal dari keinginan untuk meningkatkan pendapatan ibu-ibu rumah tangga, Batik Manggar Gading didirikan 7 tahun lalu. Sejak berdiri hingga sekarang ini dikelola oleh Lidianingsih Dwirahayu. Batik Manggar Gading ini berada di Dusun Gading 1, RT 10/ RW 01, Gading, Playen, Gunungkidul.

Tidak hanya menyediakan batik tulis dan juga batik cap, namun Batik Manggar Gading ini juga menyediakan baju batik yang siap pakai seperti kemeja, outer ataupun yang lainnya. Harga yang ditawarkan berkisar dari Rp100.000 hingga Rp1.000.000 tergantung tingkat kesulitan motif dan juga bahan batik yang digunakan.

“Untuk saat ini saya belum bisa menargetkan omset yang harus dicapai selama satu bulan, karena pada tahun ini istilahnya baru berbenah kembali. Geliat perekonomian sekarang sudah mulai bangkit, saya harap dapat kembali mematok omset yang ingin dicapai,” tutur Lidianingsih.

Ia terus memperkenalkan produk kepada masyarakat luas serta fokus untuk terus mengembangkan produk batik. Dia ingin agar produk batik bikinannya dapat dinikmati semua kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Melestarikan kerajinan batik diantaranya menjadi strategi dalam rangka melestarikan budaya lokal. Bersamaan melakukan inovasi dalam rangka menggarap aspek perekonomiannya.

“Kini Batik Manggar Gading berinovasi mengembangkan produk batik mencakup motif dan model baju batik yang lebih diminati kalangan muda. Strategi pemasaran yang dilakukan oleh Batik Manggar Gading yaitu dengan cara offline maupun online,” terang dia.

Mengenai strategi secara offline, Batik Manggar Gading menawarkan produknya dengan mengikuti pameran UMKM yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun event-event lain yang sejenis.

Adapun untuk strategi online, Batik Manggar Gading menawarkannya melalui WhatsApp, Instagram, Tokopedia, dan juga Shopee. Keuntungan dari memasarkan batik melalui media sosial tersebut, jangkauannya luas. Sehingga tidak jarang  Batik Manggar Gading mampu menerima order hingga luar kota.

“Sekarang ini masih dalam masa pemulihan ekonomi akibat rusak oleh  pandemi COVID-19. Semoga saja kondisi ekonomi masyarakat segera kemali membaik,” tukas.

Penulis: Isnani Attin Nur A’yunin (Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta) dan Ignatius Soni Kurniawan, S.E., M.Sc (Dosen Pengampu Mata Kuliah Manajemen Operasional Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar