Antisipasi Jenazah Terlantar, Relawan Gunungkidul Ikuti Sosialisasi Cara Pemakaman Standar Covid

oleh -
Sosialisasi tata cara pemakaman jenazah standar Covid bagi relawan Gunungkidul. (KH/ Kandar)
iklan dispar

WONOSARI, (KH),– Puluhan relawan dari berbagai unsur mengikuti sosialisasi dan diskusi tata acara pemakaman standar Covid, Jum’at, (1/5/2020). Kegiatan dilakukan guna menambah kesiapan relawan dimasa pandemi Coronavirus Diseae 2019 (Covid-19) seperti sekarang ini.

Sebagaimana disampaikan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Gunungkidul, Immawan Wahyudi, belakangan berulang kali terjadi kedaruratan perlunya segera tindakan pemakaman standar covid. Sehingga diharapkan, dengan adanya diskusi dan pemahaman bersama akan semakin menambah Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap terjun untuk tugas tersebut.

“Untuk mengantisipasi jenazah terlantar. Saat ini mau tidak mau pemerintah harus segera menyiapkan lebih banyak lagi regu pemakaman jenazah dengan protokol Covid,” tandas Immawan disela mengikuti kegiatan diskusi.

Dirinya mencontohkan, khusus armada saja jika sehabis dipakai mengantar jenazah yang hendak dimakamkan dengan standar Covid perlu dilakukan dekontaminasi dan ditahan dulu selama 12 jam. Pun demikian, Immawan tegaskan, tenaga pemakamannya, perlu karantina sementara waktu sekaligus istirahat.

Dirinya menambahkan, penting diketahui untuk masyarakat, protokol pemakaman Covid merupakan standar pemakaman dengan tingkat keamanan paling tinggi. Sehingga masyarakat tak perlu takut apalagi sampai menolak.

Di sisi lain, jika ada jenazah yang hendak dimakamkan secara prosedur Covid tidak boleh diremehkan, dan justru hendak melakukan pemulasaran jenazah sesuai pandangan kaidah keagamaan tertentu. Sebab, itu sangat berbahaya. Dalam hal pemakaman jenazah, dirinya ingin agar yang bersifat darurat untuk tidak disamakan dengan yang biasa-biasa saja.

Dalam kesempatan tersebut dirinya juga meminta agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sesegera mungkin melatih masyarakat lokal di kawasan calon lokasi tempat pemakaman jenazah standar Covid. Perlunya, untuk membantu tenaga relawan.

“Jika jenazah telah dimasukkan liang lahat dan ditimbun tanah dengan ketinggian tertentu, warga dengan baju APD agar melanjutkan mengurug jenazah. Sebab tenaga relawan berbaju hazmat cukup terkuras tenaganya dan berisiko dehidrasi,” papar dia.

Pemateri anggota dari TRC BPBD DIY, Endro Sambodo mengungkapkan, sebelum pelaksanaan pemakaman jenazah standar Covid dilakukan, persiapan harus cukup matang. Salah satu diantaranya yakni mengenai waktu pelaksanaan. Apakah liang sudah siap, pemulasaran jenazah selesai atau belum dan lain-lain. Sebab, kata dia, durasi waktu relawan memakai baju hazmat memiliki batasan.

“Jangan sampai dehidrasi dan stamina turun sehingga berisiko membahayakan kesehatan,” kata Endro.

Dalam sosialisasi yang berlangsung di rumah dinas Wakil Bupati Gunungkidul tersebut hadir relawan BPBD, Tagana, SAR Mumahhadiyah perwakilan TNI dan Polri. (Kandar)

Komentar

Komentar