Aktivitas Ekonomi Lesu, Karangtaruna Hidupkan Pasar Argo Midang Jadi Kawasan Kuliner Malam

oleh -
Keramaian Pasar Argo Midang saat malam hari. (KH/Kandar)
kadhung tresno

KARANGMOJO, (KH),– Lesunya aktivitas perekonomian di Pasar Wage atau Pasar Argo Midang di Padukuhan Grogol III, Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul mengusik perhatian karangtaruna setempat. Mereka prihatin dengan kondisi pasar yang sepi. Selain sepi sejumlah fasilitas juga rusak.

Konsep agar situasi pasar kembali ramai dengan aktivitas ekonomi yang dipilih yakni dengan mendesain pasar sedemikian rupa menjadi ruang publik. Tempat berkumpul orang-orang di sekitar pasar dan desa setempat sehingga memicu aktivitas ekonomi.

“Meski pas ‘hari pasaran’ kalau siang sepi, maka kami pilih bikin kawasan kuliner saat malam hari,” demikian ujar Landung Widodo, salah satu tokoh karangtaruna memulai percakapan saat KH datang Rabu (11/11/2020) malam. Ia merupakan salah satu inisiator yang aktif agar pasar Argo Midang kembali bergeliat.

Menurutnya, beberapa tahun terakhir pasar seolah sekarat. Hendak mati. Landung Widodo, Eka Agus Susila dan 20-an karangtaruna dari dusun tersebut setahun yang lalu lantas merintis gerakan menghidupkan kembali Pasar Argo Midang. Mereka patungan beli lampu, bikin lapak kuliner dan menyediakan pernak pernik sarana pelengkap lainnya.

Usai dibuka, pasar benar-benar bergeliat. Sebagai daya pikat agar orang-orang datang, tiap Rabu malam dan Sabtu malam digelar pertunjukkan musik akustik.

Setidaknya 25 pedagang dapat tertampung menggelar aneka jajanan dan minuman di Pasar Argo Midang. Wedang poci, kuliner puli tempe, bakmi, nasi goreng, dan aneka jajanan disediakan menjadi ragam menu bagi orang tua dan muda-mudi yang datang.

Belum juga geliat pasar stabil, badai Pandemi Covid datang. Imbauan pemerintah agar meminimalisir kerumunan kembali membuat pasar lesu. Terlebih di wilayah setempat terdapat klaster penularan Covid.

Sekian bulan pandemi berlansgung, karangtaruna kembali berusaha agar Pasar Argo Midang segera pulih. Setelah melakukan banyak pertimbangan diantaranya keamanan dengan penerapan protokol kesehatan, pasar kuliner malam kembali diaktifkan.

“Sudah tiga bulan berjalan,” ujar Eka menambahkan keterangan. Eka baru saja datang ikut berbincang usai mejadi pembawa acara membantu kelancaran pentas group akustik.

Ia mondar mandir. Jadi MC, videografer, motret dan lain-lain. “Untuk keperluan media sosial. Berfungsi sebagai salah satu media promosi,” kata Eka.

Kedepan, inovasi dalam upaya agar pasar semakin hidup akan terus diciptakan. Hiburan direncanakan makin beragam. Tak hanya akustik, tapi kesenian khas lokal akan menjadi alternatif.

“Kami sediakan fasilitas cuci tangan, dan hand sanitizer. Kami sudah melakukan pemberitahuan ke pihak berwenang,” sambung Landung yang nampak senang pasar kembali hidup.

Hanya saja, dari 25-an pedagang yamg dulu berjualan, kini tinggal 10-an pedagang saja yang kembali aktif. Menurut Landung, membaiknya aktivitas ekonomi hanya butuh waktu saja. Pihaknya mengagas bukan hanya seputar kuliner saja yang tersedia di Pasar Argo Midang. “Semoga kelak ada yang jualan pakaian, barang-barang bekas atau klitikan dan lain-lian,” harap Landung.

Gerakan Karangtaruna tersebut benar-benar memberi manfaat bagi warga sekitar. Seperti pengakuan Warsito. Sopir angkutan umum yang terpaksa kehilangan pekerjaan karena pandemi ini kini kembali memperoleh pemasukan. Semenjak dibuka, ia banting stir ikut jualan di Pasar Argo Midang.

Pengakuan Warsito tersebut semakin memacu semangat Landung, Eka dan karangtaruna setempat mengelola Pasar Argo Midang. (Kandar)

Komentar

Komentar