Agar Bertahan Hidup, Angkot Wonosari Hanya Beroperasi di Jam-Jam Tertentu

oleh -
Angkot dan angkudes Wonosari lebih banyak ngetem daripada beroperasi. Foto: Juju.
iklan dispar
Angkot dan angkudes Wonosari lebih banyak ngetem daripada beroperasi. Foto: Juju.
Angkot dan angkudes Wonosari lebih banyak ngetem daripada beroperasi. Foto: Juju.

WONOSARI,(KH)— Keberadaan angkutan umum di wilayah perkotaan Wonosari saat ini sangat jarang dijumpai. Hal ini menjadikan masyarakat kawasan perkotaan yang tidak memiliki kendaraan pribadi mobil, motor atau sepeda sangat sulit berharap bisa bepergian dengan angkutan umum. Mau tidak mau masyarakat yang tidak memiliki sarana kendaraan pribadi harus mempergunakan jasa ojeg. Pilihan lainnya satu-satunya agar bisa bepergian adalah dengan berjalan kaki.

Pengakuan para pengemudi angkutan umum di Terminal Dhaksinarga Gunungkidul, sepinya penumpang di dalam kota menjadi salah satu alasan mereka tidak memgoperasikan trayek angkutannya. Menurut mereka, pengunaan kendaraan pribadi oleh sebagian besar masyarakat telah membuat angkutan dalam kota tersisihkan.

“Saat pagi dan siang hari, angkutan umum beroperasi karena untuk mengangkut anak sekolah. Selebihnya hanya beberapa kali beroperasi untuk menghemat pengeluaran,” ungkap Sugeng salah satu sopir angkudes Jalur A, Selasa (07/04/2015).

Sugeng mengaku, dalam waktu satu hari hanya berputar untuk mencari penumpang sebanyak 4 kali pergi-pulang. Naiknya bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi alasan para operator menjadi selektif hanya mengoperasikan trayeknya di kota pada jam-jam tertentu.

Sementara itu, Kabid Transportasi Dishubkominfo Kuncoro mengatakan, tindakan para operator angkot dan angkudes untuk beroperasi hanya pada jam-jam tertentu wajar dilakukan, mengingat faktanya jumlah penumpang yang semakin sepi. Melihat hal tersebut, pihaknya akan mengkaji ulang trayek-trayek yang beroperasi di dalam kota Wonosari, agar operator angkot atau angkudes tetap dapat beroperasi, dan warga yang akan mempergunakan angkutan umum tidak kesulitan.

“Terdapat 5 jalur trayek yang ada di dalam kota Wonosari, mulai dari Bundaran Siyono, Terminal Dhaksinarga, dalam kota Wonosari,” katanya.

Kuncoro menambahkan, kaji ulang perubahan trayek juga akan dilakukan kepada seluruh angkutan yang berada di Kabupaten Gunungkidul. Khususnya untuk angkutan dalam kota, Dishubkominfo juga telah mendapat masukan dari operator angkutan.

“Perubahan trayek akan dilakukan tahun ini, tentunya perubahan tersebut membutuhkan kajian dari beberapa masukan dan kebutuhan trayek oleh warga,” pungkasnya. (Atmaja).

Komentar

Komentar