BALI, (KH),– Atlet arung jeram asal Gunungkidul turut mengantarkan kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meraih medali perak pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram 2026 di Sungai Ayung, Kabupaten Badung, Bali.
Lima atlet putra U-23 dari Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Gunungkidul memperkuat kontingen DIY dalam ajang nasional yang berlangsung 23–28 September 2026.
Kelima atlet itu yakni Wisnu Galang Pradita, Priyatno Sudarmadi, Brillian Farid Azhar Maulana, Restu Tio Anggara, dan Surya Alamsyah. Mereka didampingi pelatih Arif Wasono.
Kejurnas Arung Jeram 2026 diikuti 16 provinsi dengan total 53 tim. Sejumlah kategori dan nomor dipertandingkan dalam kejuaraan yang berlangsung di Sungai Ayung tersebut, termasuk kategori U-23 dan nomor RX.
Kontingen FAJI DIY berhasil merebut medali perak pada nomor RX R6 Mix. DIY berada di posisi kedua, di bawah Aceh yang meraih medali emas, sedangkan Kalimantan Selatan menempati posisi ketiga.
Pada babak final, tim DIY berhadapan dengan kontingen Aceh. Persaingan berlangsung ketat, namun tim DIY harus menerima penalti waktu 100 detik sehingga menempati posisi kedua.
Nomor RX R6 Mix memadukan karakter sprint dan head-to-head. Dua tim berlomba secara bersamaan dengan tuntutan kecepatan, ketepatan melewati gate, strategi, serta koordinasi antarpedayung.
Bagi FAJI Kabupaten Gunungkidul, capaian tersebut menjadi catatan penting dalam proses pembinaan atlet. Terlebih, FAJI Gunungkidul masih tergolong organisasi yang belum lama berdiri.
Selain medali perak dari nomor RX R6 Mix, kontingen DIY juga meraih medali perunggu pada nomor Slalom R6 Mix. Hasil tersebut menambah perolehan medali DIY dalam Kejurnas Arung Jeram 2026.
Ketua FAJI Kabupaten Gunungkidul Aminuddin Aziz yang turut mendampingi atlet di Bali mengatakan keikutsertaan dalam kejurnas tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar prestasi.
Menurutnya, ajang nasional tersebut juga menjadi kesempatan bagi atlet Gunungkidul untuk belajar, berlatih, sekaligus merasakan atmosfer pertandingan di tingkat nasional.
“Event ini menjadi sarana untuk belajar, berlatih, sekaligus mencari pengalaman dalam merasakan atmosfer kompetisi di level nasional. Karena FAJI Gunungkidul juga baru berdiri belum lama, prestasi yang didapat pada event ini menjadi motivasi sekaligus kebanggaan bagi kami,” ujar Aminuddin.
Ia mengatakan hasil yang diperoleh di Bali menjadi modal untuk memperkuat pembinaan atlet FAJI Gunungkidul. Evaluasi akan dilakukan, terutama terhadap kualitas latihan serta kebutuhan sarana dan prasarana pendukung.
Menurut Aminuddin, pengalaman bertanding di level nasional penting bagi atlet untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mereka sekaligus melihat aspek yang masih perlu diperbaiki.
Bidik PORDA DIY 2027
Setelah mengikuti Kejurnas Arung Jeram 2026, FAJI Gunungkidul akan melanjutkan pembinaan atlet. Salah satu target yang diharapkan dapat dicapai adalah memberikan kesempatan kepada atlet Gunungkidul tampil dalam Pekan Olahraga Daerah (PORDA) DIY 2027.
Selain itu, atlet juga diharapkan dapat mengikuti proses seleksi untuk menghadapi Babak Kualifikasi (BK) PON 2027.
“Pasca-Kejurnas ini, kami akan terus meningkatkan pembinaan dan kualitas latihan, termasuk sarana pendukung bagi atlet. Harapannya, atlet-atlet FAJI Gunungkidul bisa mendapatkan kesempatan tampil di PORDA DIY 2027 dan mengikuti seleksi untuk menghadapi BK PON 2027,” pungkasnya.
Bagi FAJI Gunungkidul, medali perak di Bali menjadi bagian dari perjalanan pembinaan yang masih panjang. Prestasi tersebut sekaligus menjadi pengalaman bagi para atlet muda untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan menghadapi kompetisi di level yang lebih tinggi.





