GUNUNGKIDUL, (KH),– Sosok Sumaryanto, S.E. tidak asing bagi sebagian warga Kalurahan Kepek, Kapanewon Saptosari, Gunungkidul. Selain berkecimpung dalam kehidupan masyarakat, pria kelahiran Gunungkidul, 27 Juli 1972, ini dikenal sebagai pelaku seni dan budaya, penyanyi campursari sekaligus pembawa acara (MC).
Kini, Sumaryanto maju dalam Pemilihan Lurah Kepek Tahun 2026 dengan nomor urut 2. Ia membawa latar belakang pengalaman di bidang seni dan keterlibatan di tengah masyarakat ke dalam gagasan yang ditawarkan untuk pemerintahan Kalurahan Kepek.
Sumaryanto tercatat tinggal di Kepek RT 08 RW 05, Kalurahan Kepek, Kapanewon Saptosari. Ia merupakan lulusan S1 Manajemen dari STIE IEU Yogyakarta.
Dalam penyampaian visi dan misi di Balai Kalurahan Kepek, Minggu (20/9/2026), Sumaryanto menyampaikan keinginannya untuk mengabdikan diri bagi masyarakat apabila mendapat amanah sebagai lurah.
“Saya ingin mengabdi, memberikan sumbangsih tenaga dan pikiran demi kemajuan Kepek, Saptosari, agar hidup warga ayem, tentrem, guyub dan damai,” ujar Sumaryanto dalam penyampaian gagasannya.
Pengalaman Sumaryanto sebagai penyanyi campursari dan MC membuat sosoknya cukup lekat dengan berbagai kegiatan masyarakat dan seni budaya. Dunia tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan dirinya sebelum kemudian mengikuti kontestasi Pemilihan Lurah Kepek 2026.
Di sisi lain, Sumaryanto menawarkan gagasan pemerintahan yang menitikberatkan pada kebersihan tata kelola, amanah, serta kepentingan masyarakat.
Visi yang diusungnya adalah “Terwujudnya pemerintahan kalurahan yang bersih amanah dan mengutamakan kepentingan masyarakat.”
Untuk mewujudkan visi tersebut, Sumaryanto mencantumkan tiga misi. Pertama, mengelola keuangan dan aset desa secara jujur, terbuka serta akuntabel.
Kedua, melibatkan masyarakat dalam setiap musyawarah perencanaan pembangunan kalurahan. Ketiga, mengoptimalkan peran pemuda dan lembaga kalurahan untuk kemajuan wilayah kalurahan.
Ingin Turun Langsung Mendengar Warga
Dalam penjabaran misi kedua, Sumaryanto menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan.
Ia menyampaikan komitmen untuk turun langsung ke tengah masyarakat, menerima kritik dan mendengarkan masukan warga. Menurutnya, komunikasi langsung diperlukan agar pembangunan yang direncanakan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Turun langsung menerima kritik dan mendengar masukan agar pembangunan tepat sasaran dan tidak pilih kasih,” kata Sumaryanto.
Gagasan tersebut berkaitan dengan misi yang ia tawarkan, yakni melibatkan masyarakat dalam setiap musyawarah perencanaan pembangunan kalurahan.
Selain pembangunan, Sumaryanto juga menyinggung pentingnya menjaga hubungan antarwarga selama tahapan Pemilihan Lurah Kepek berlangsung.
Ia mengajak masyarakat agar pesta demokrasi di tingkat kalurahan tetap berjalan secara bersih tanpa menimbulkan permusuhan di antara warga.
“Mari kita menjaga pesta demokrasi agar tetap berjalan bersih dan tanpa permusuhan. Dukungan dan pilihan, apabila mendapat amanah, merupakan tanggung jawab besar yang akan saya jalankan dengan maksimal,” ujarnya.
Penyampaian visi dan misi di Balai Kalurahan Kepek menjadi bagian dari tahapan Pemilihan Lurah Kepek Tahun 2026.
Dalam kegiatan tersebut, masing-masing calon menyampaikan visi dan misi di hadapan panitia pemilihan, tokoh masyarakat, RT, RW, serta pemantau dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.
Terdapat tiga calon yang berhak dipilih. Sumaryanto tercantum sebagai calon nomor urut 2, sementara dua calon lainnya adalah Suharto dan Suhut, S.H.
Pemilihan Lurah Kepek selanjutnya menjadi tahapan demokrasi di tingkat kalurahan yang akan menentukan kepemimpinan Kalurahan Kepek untuk periode berikutnya.
Bagi Sumaryanto, pencalonan tersebut ia tempatkan sebagai kesempatan untuk memberikan tenaga dan pikiran bagi masyarakat Kepek. Sementara gagasan yang ia sampaikan bertumpu pada pemerintahan yang bersih dan amanah, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan, serta penguatan peran pemuda dan lembaga kalurahan.





