GUNUNGKIDUL, (KH),– Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Tim Saber (Sapu Bersih) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan meninjau harga komoditas bahan pangan pokok di Gunungkidul. Peninjauan ini dilakukan di 2 pusat perbelanjaan di Gunungkidul.
Peninjauan pertama dilakukan di Pasar Argosari Wonosari. Pengecekan ke- 2 dilakukan di Swalayan Pamela 9. Dari hasil pemantauan, Sekretaris Utama (Sestama) Bapanas, Dr. Drs. Sarwo Edhy mengungkap bahwa harga kebutuhan pangan strategis cukup terkendali.
“Dari 11 jenis kebutuhan pangan pokok yang dipantau harganya normal. Sebagian besar berada di antara harga acuan pemerintah,” kata Sarwo.
Pengecekan dilakukan bersama Polda DIY, perwakilan Pemkab Gunungkidul, jajaran Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kabupaten Gunungkidul dan beberapa pihak terkait.
Sarwo menyontohkan, harga beras yang ada di pasaran kategori normal. Utuk jenis beras premium dijual pedagang Rp14.500, adapun HET-nya Rp14.900. lantas jenis medium harganya Rp13.000 sedangkan HET-nya pemerintah Rp13.500.
“Artinya beras di bawah harga acuan pemerintah. Cabai rawit merah Rp65.000. Cabai ini juga masih di antara harga acuan pemerintah,” imbuhnya.
Untuk telur, sambungnya, pun masih di bawah harga acuan pemerintah. Harga jual pedagang Rp27.000 sedangkan harga acuan pemerintah Rp30.000.
Pihaknya menyebut keuntungan yang diambil pedagang masuk kategori standar. Dari komoditas telur, pedangang mengambil untung antara Rp1.500 hingga Rp2.000 per kilogramnya.
“Harga gading sapi memang naik turun, namun di Gunungkidul cukup stabil,” tukasnya.
Lebih jauh disampaikan, pasca Lebaran, peninjauan harga komoditas bahan pangan pokok juga dilakukan di sejumlah daerah. Kestabilan harga ini diantaranya tak lepas dari kebijakan tidak dinaikkannya harga BBM.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Gunungkidul, Agus Mantara menyatakan, bahwa pemkab Gunungkidul telah melakukan berbagai upaya agar kestabilan harga tetap terjaga.
“Kami, bupati bersama-sama dengan OPD, sesuai dengan arahan Gubernur menjaga agar tidak terjadi inflasi yang signifikan. Bersyukur kestabilan harga bahan pangan terjaga,” tuturnya.







