Pemkab Gunungkidul Bangun 35 Titik Irigasi Baru dan Rehabilitasi untuk Dukung Ketahanan Pangan

Sosialisasi pembangunan irigasi di Gunungkidul. (ist)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak resmi memulai pembangunan jaringan irigasi air tanah. Program ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi dalam rangka mendukung swasembada dan ketahanan pangan nasional.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan bahwa pembangunan irigasi merupakan hasil dari komunikasi panjang antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Bacaan Lainnya

“Bantuan ini tidak datang tiba-tiba. Ini hasil perjuangan bersama. Kita juga mendapat tambahan bantuan berupa 26 unit traktor dari Kementerian Pertanian,” kata Bupati dalam sosialisasi di kantor Pemkab Gunungkidul, Senin (22/9/2025).

Ia juga mengingatkan agar setelah jaringan irigasi selesai dibangun, seluruh pihak — termasuk pemerintah kalurahan dan masyarakat — turut menjaga serta merawat infrastruktur tersebut.

“Mari kita kawal bersama, karena tujuan akhirnya adalah meningkatkan produktivitas pertanian, memastikan ketersediaan air di wilayah rawan kekeringan, serta mendukung ketahanan pangan,” tegasnya.

Kepala Dinas PUPRKP Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, menjelaskan bahwa awalnya terdapat 40 lokasi yang diusulkan untuk pembangunan jaringan irigasi. Namun setelah melalui survei, sebanyak 35 lokasi disetujui.

“Dari 35 lokasi tersebut, 20 titik untuk pembangunan sumur baru dan 15 titik untuk rehabilitasi jaringan irigasi. Nilai pembangunan sumur mencapai Rp36 miliar, sedangkan untuk rehabilitasi sekitar Rp5,4 miliar,” ungkap Rakhmadian.

Pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi ini tersebar di 11 kapanewon, termasuk Karangmojo, Paliyan, Playen, Nglipar, Girisubo, Ponjong, Semanu, hingga Wonosari. Kalurahan penerima manfaat antara lain Gedangrejo, Pampang, Logandeng, Katongan, Karangawen, Songbanyu, Wiladeg, Grogol, Bleberan, Sidorejo, dan Wunung.

“Mulai hari ini, lima lokasi rehabilitasi langsung mulai dikerjakan oleh BBWS Serayu Opak,” tambahnya.

Pemerintah berharap program ini dapat memberikan dampak nyata bagi petani dan masyarakat Gunungkidul secara keseluruhan.

“Semoga usaha ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” tutup Bupati Endah.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait