Handayani Bonsai Fest #1, Ajang Nasional Bonsai Pertama di Gunungkidul Siap Digelar

Flayer Festival Bonsai di Gunungkidul.

WONOSARI, (KH),– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Pariwisata siap menjadi tuan rumah ajang pameran dan kontes bonsai berskala nasional bertajuk Handayani Bonsai Fest #1. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua pekan, mulai 10 hingga 24 Juni 2025, di Lapangan Piyaman Demang Wonopawiro, Wonosari.

Diselenggarakan atas kerja sama Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul dan Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Gunungkidul, event ini menjadi yang pertama kali menghadirkan bonsai sebagai bagian dari subsektor seni rupa tiga dimensi dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Bacaan Lainnya

Handayani Bonsai Fest 2025 dirancang untuk memperkenalkan bonsai sebagai bentuk seni yang bernilai tinggi sekaligus memperkuat posisi Gunungkidul sebagai Kabupaten Kreatif. Adapun tujuan utama penyelenggaraan kegiatan ini meliputi:

  • Mempromosikan Gunungkidul sebagai pusat seni dan kreativitas bonsai di DIY.

  • Menyediakan wadah apresiasi bagi pelaku ekonomi kreatif, khususnya di bidang seni rupa tiga dimensi.

  • Mendorong pertumbuhan rantai ekonomi kreatif, mulai dari komunitas bonsai hingga UMKM, kuliner, kerajinan, dan pariwisata.

  • Menumbuhkan kesadaran pelestarian lingkungan melalui seni, dengan pemanfaatan pohon lokal seperti serut, wahong, dan santigi.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, O. Windu Wardana, kegiatan ini merupakan bentuk nyata pemanfaatan Dana Keistimewaan untuk memperkuat sektor budaya dan ekonomi kreatif.

“Bonsai memiliki nilai seni, nilai edukasi, sekaligus nilai ekonomi. Ini yang kami dorong agar terus tumbuh sebagai bagian dari kekuatan ekonomi kreatif di Kabupaten Gunungkidul,” ujarnya.

Pameran Nasional (PAMNAS) Handayani Bonsai Fest #1 diproyeksikan menjadi agenda tahunan unggulan di bidang ekonomi kreatif. Dengan dukungan lintas sektor serta antusiasme komunitas, event ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperluas jejaring pelaku seni dan industri kreatif.

Diikuti Pecinta Bonsai dari Berbagai Daerah

Event ini menargetkan partisipasi dari pecinta dan penggiat bonsai, tidak hanya dari Gunungkidul, namun juga dari wilayah sekitarnya seperti Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Klaten, Pacitan, Sukoharjo, hingga Magelang.

Sebanyak 800 pohon bonsai terbaik ditargetkan akan dipamerkan, menampilkan keragaman bentuk, teknik, serta karakteristik khas dari tanaman-tanaman Nusantara.

Tak hanya menampilkan bonsai, Handayani Bonsai Fest 2025 juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan seperti kontes penilaian bonsai, edukasi perawatan tanaman, talkshow, lomba fotografi, hingga bimbingan teknis bagi generasi muda yang tertarik pada ekonomi kreatif.

Mengusung tema “Hamemayu Hayuning Bawana”, kegiatan ini mengangkat pentingnya peran seni dalam pelestarian alam dan budaya lokal. Bonsai bukan hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menyampaikan pesan harmoni antara manusia dan alam.

“Kami mengajak seluruh masyarakat serta pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif untuk meramaikan Handayani Bonsai Fest #1. Mari kita tunjukkan bahwa Gunungkidul tidak hanya kaya akan keindahan alam, tetapi juga memiliki potensi seni dan ekonomi kreatif yang luar biasa,” pungkas Windu.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait