Puluhan Desa Di DIY Rawan Tsunami, BNPB Berikan Edukasi Minimalisir Risiko

oleh -
Upacara rangkaian Ekspedisi Destana Tsunami di Pantai Sadeng, Girisubo. (ist)
iklan dispar

GIRISUBO, (KH),– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) tsunami di sepanjang pesisir pantai Jawa. Kegiatan dimulai sejak tanggal 12 Juli hingga 16 Agustus mendatang.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB, Lilik Kurniawan menyebutkan, di wilayah pantai bagian selatan Jawa ada lebih dari 600 ribu orang tinggal di 584 desa berada di daerah rawan bencana tsunami.

“Dari Banyuwangi hingga Anyer rawan bencana tsunami. Untuk DIY, setidaknya ada 39 desa di 12 kecamatan yang berada di 3 kabupaten yakni Gunungkidul, Kulonprogo dan Bantul juga rawan terjadi tsunami,” kata dia disela edukasi kebencanaan pengurangan risiko tsunami di kawasan Pantai Sadeng, Kecamatan Girisubo.

Sebab, keberadaan desa-desa tersebut berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

Adapun tujuan ekspedisi Destana tsunami digelar yakni untuk memperkuat kapasitas masyarakat serta ketangguhan sebuah desa dalam menghadapi bencana tsunami.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana mengatakan, pendekatan terus dilakukan kepada masyarakat termasuk sekolah-sekolah guna mensosialisasikan pentingnya sikap tanggap bencana tsunami.

Bersama Pemerintah Kabupaten, terang Biwara, BPBD juga melakukan sosialisasi kepada perangkat desa agar selalu memperbaharui informasi mengenai ancaman bahaya tsunami.

Ekspedisi Destana juga untuk mengetahui aspek sarana prasarana suatu wilayah yang menunjang minimalisasi risiko tsunami.

“Sejauhmana suatu wilayah serius menggarap insfrastruktur seperti jalur evakuasi dan sarana penunjang lain,” Tukas Biwara. (Kandar)

Komentar

Komentar