Risnawati Utami, Perempuan Gunungkidul Sebagai WNI Pertama Anggota Komite Hak Penyandang Disabilitas PBB

oleh
Risnawati Utami (duduk di kursi roda). Perempuan asal Gunungkidul tersebut saat ini menjadi anggota Komite Hak-hak Penyandang Disabilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). doc. Risnawati.

GUNUNGKIDUL, (KH),–Perempuan asal Gunungkidul, Risnawati Utami merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) pertama yang menjadi anggota Komite Hak-hak Penyandang Disabilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sebagaimana diinformasikan oleh Wakil Tetap RI di New York, Duta Besar Triansyah Djani yang kemudian dikutip Kemlu.go.id, pada Selasa, (12/6/2018) lalu PBB melakukan pemilihan anggota Committee on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD).

“Bangga untuk keberhasilan diplomasi Indonesia karena untuk pertama kalinya, seorang warga negara Indonesia terpilih sebagai anggota Komite Hak-hak Penyandang Disabilitas PBB” ujar Wakil Tetap RI pada PBB di New York, Dubes Dian Triansyah Djani, (12/06) lalu.

Perempuan yang kemudian tingal di Sleman itu merupakan seorang aktivis dan pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat OHANA (Organisasi Harapan Nusantara) yang bergerak dibidang hak-hak penyandang disabilitas.

Menurut Dian Triansyah Djani faktor utama terpilihnya Risnawati adalah keaktifan dan porfolio pada tingkat nasional dan internasional, terkait pemajuan hak-hak penyandang disabilitas. Baik dalam tingkat advokasi kebijakan, maupun penyediaan akses kursi roda dan sarana publik yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Sebelum terpilih, Risnawati Utami bersaing dengan 30 (tiga puluh) kandidat. Namun pada pemilihan, 8 (delapan) kandidat mengundurkan diri sehingga 22 (duapuluh dua) kandidat lainnya tersisa untuk memperebutkan 9 (sembilan) kursi yang tersedia.

“Kandidat lainnya berasal dari Lithuania, Nigeria, Australia, Swiss, Republik Korea, Ghana, Brazil, dan Meksiko bersaing untuk menjadi anggota CRPD,” terang Dian Triansyah Djani.

Watap RI di New York, Duta Besar Triansyah Djani menyatakan terpilihnya Risnawati sebagai Anggota CRPD merupakan hasil dari upaya Pemerintah RI di bidang penegakan Hak Asasi Manusia (HAM), utamanya Hak-hak penyandang disabilitas, serta bentuk kepercayaan masyarakat internasional terhadap kemampuan dan pengalaman Risnawati.

Selain itu, terpilih Ibu Risnawati wujud nyata dari komitmen Presiden Joko Widodo di bidang HAM, terutama untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi hak Penyandang Disabilitas yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan Penyandang Disabilitas. (Kandar)

Komentar

Komentar