GUNUNGKIDUL, (KH) — Sebanyak 60.000 liter air bersih disalurkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Universitas Proklamasi 45 (UP45) dan BAZNAS DIY kepada warga di lima padukuhan di Kalurahan Jurangjero, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, Senin (19/10/2026). Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak kekeringan.
Lima padukuhan yang menerima bantuan tersebut yakni Kaliwuluh, Nologaten, Jambu, Wonosari, dan Purworejo. Penyaluran ini menjadi tahap kedua program bantuan air bersih UPZ UP45 di Kabupaten Gunungkidul.
Sebelumnya, pada Agustus 2026, UPZ UP45 telah menyalurkan 40.000 liter air bersih ke Kalurahan Melikan, Kapanewon Rongkop. Dengan tambahan bantuan di Jurangjero, total air bersih yang telah disalurkan mencapai 100.000 liter.
Kekeringan menjadi persoalan yang berulang di Kalurahan Jurangjero. Warga selama ini mengandalkan pompa air tanah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, sumber air yang biasa digunakan kini mengalami penurunan debit hingga tidak lagi mencukupi kebutuhan warga.
Dukuh Kaliwuluh, Suwardi, menjelaskan kebutuhan air di wilayahnya mencapai sekitar 12 tangki setiap hari. Besarnya kebutuhan tersebut menunjukkan tantangan yang dihadapi warga ketika sumber air yang tersedia tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dalam kondisi tersebut, bantuan distribusi air bersih menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat mendapatkan pasokan air, terutama untuk kebutuhan rumah tangga.
Meski demikian, kebutuhan air yang cukup besar menunjukkan bahwa persoalan kekeringan masih memerlukan perhatian dan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.
Libatkan 30 Relawan dalam Program FIRST IMPACT
Penyaluran bantuan air bersih ini juga menjadi bagian dari agenda FIRST IMPACT, program pengenalan aktivitas dan pengabdian UPZ UP45 kepada para relawan muda.
Melalui kegiatan tersebut, relawan terlibat langsung dalam penyaluran bantuan sekaligus melihat kondisi masyarakat yang membutuhkan dukungan. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian sosial dan memberikan pemahaman mengenai proses penyaluran donasi agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Ketua UPZ UP45, Kelvin Yoken Sanjono, S.Pt., hadir bersama tim inti dan 30 relawan UPZ UP45. Dari unsur pemerintah setempat, kegiatan tersebut dihadiri Jagabaya Kalurahan Jurangjero, Wahyu, Dukuh Kaliwuluh Suwardi, serta beberapa pihak yang lain.
Keterlibatan pemerintah kalurahan dan aparat setempat turut mendukung koordinasi penyaluran bantuan kepada warga di wilayah sasaran.
“Program bantuan air bersih tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana kepedulian sosial untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” terang Kelvin.
Dana yang dihimpun melalui dukungan para donatur digunakan untuk membiayai kegiatan sosial UPZ UP45, termasuk distribusi air bagi warga yang menghadapi kekeringan.
UPZ UP45 menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS DIY, Yayasan Universitas Proklamasi 45, para donatur, relawan, pemerintah setempat, serta seluruh pihak yang mendukung penyaluran bantuan tersebut.
Bantuan 60.000 liter air bersih di Jurangjero diharapkan dapat meringankan beban warga dalam menghadapi keterbatasan pasokan air. Di sisi lain, tingginya kebutuhan air masyarakat menjadi pengingat bahwa penanganan kekeringan memerlukan kerja sama dan kepedulian yang berkesinambungan.
“Melalui kegiatan ini, UPZ UP45 berupaya menghadirkan manfaat secara langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi persoalan kekeringan yang terus berulang di Gunungkidul,” tukas Kelvin.





