UPK Binaan PNPM Ramaikan Pameran

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, kabarhandayani.– Berbagai jenis kerajinan hasil dari krativitas Unit Pengelola Kegiatan (UPK) binaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri) turut hadir dalam Pameran Potensi Gunungkidul. Aneka hasil kerajinan berjajar pada stand yang merupakan perwakilan dari beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Gunungkidul.

Asroriyah, salah satu pengurus UPK Kecamatan Ngawen menjelaskan pameran ini sangat membantu bagi UPK yang ia pimpin agar produk-produk yang diciptakannya lebih dikenal masyarakat. Menurutnya, salah satu produk unggulan dari Kecamatan Ngawen adalah kerajinan batik.

“Produk kami yang bawa diantaranya hasil kerajinan batik. Beberapa motif batik kami sediakan untuk masyarakat dengan harga yang tetap sama seperti biasanya dengan rata-rata seharga Rp 85 ribu. Tapi untuk batik tulis kami memang sengaja tidak membawanya,” jelas Asroriyah, Jumat (5/6/2014).

Asroriyah melanjutkan, produk batiknya cukup diminati masyarakat sehingga dalam beberapa hari mengikuti pameran ia mampu menjual produk ini hingga puluhan potong.

Hal yang sama diungkapkan Rinawati, salah satu ketua UPK di Kecamatan Tanjungsari, yang menyatakan beberapa industri paling laku hasil UPK Tanjungsari semuanya dihadirkan di Pameran ini.

“Di Tanjungsari ada sekitar 273 UPK dimana sebagian besar usaha mereka adalah industri rumah tangga seperti kerajinan patilo, lempeng, dan aneka makanan ringan. Produk-produk ini merupakan produk unggulan yang selama ini cukup diterima masyarakat. Namun sebenarnya ada juga yang bergerak di bidang peternakan dan kerajiman anyam-anyaman,” katanya.

Kecamatan lain yang turut serta menampilkan produk hasil UPK binaan PNPM adalah Kecamatan Rongkop. Produk yang ditawarkan dari kecamatan ini didominasi oleh barang-barang kerajinan kulit seperti tas, dompet, dan sejenisnya. (Sumaryanto/Hfs)

Komentar

Komentar