Ujicoba Setahun, Keripik Nangka Terjual Ratusan Bungkus Tiap Bulan

oleh -
Armei Gunardo dan keripik nangka buatannya. KH/ Kandar
iklan dispar
Armei Gunardo dan keripik nangka buatannya. KH/ Kandar
Armei Gunardo dan keripik nangka buatannya. KH/ Kandar

WONOSARI, (KH)— Awalnya hanya berencana untuk mengisi waktu luang saja ditengah rutinitasnya sebagai ibu rumah tangga. Berkat ide kreatifnya ia justru dapat membantu menambah penghasilan bagi keluarga.

Inspiratif, usaha yang dilakukan memberikan nilai tambah yang jauh lebih tinggi pada bahan baku lokal daripada sebelum diolah. Terlebih ketika permintaan sedang tinggi, dari hasil produk yang dibuatnya itu ia mampu memperoleh penghasilan mencapai Rp. 5 jutaan dalam setiap bulannya.

“Rata-rata penjualan keripik nangka 350-an bungkus tiap bulannya. Saat musim liburan naik dua kali lipat atau sekitar 600-an bungkus,” terang Armei Gunardo (34), pengolah keripik nangka warga Kepek, Wonosari, beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, awal melakukan percobaan pembuatan keripik nangka tersebut sekitar bulan Juni 2012. Kurang lebih mencapai hampir satu tahunan melakukan eksperimen untuk menemukan formula yang pas dengan hasil keripik nangka yang nikmat.

“Tetangga dan teman kita jadikan sasaran ujicoba mengenai rasa, komplain menjadi acuan untuk melakukan perbaikan cara pengolahan. Setelah produk pantas untuk dipasarkan mulailah saya menawarkan ke sejumlah toko oleh-oleh,” jelas Armei lagi.

Ia mengaku, uji coba yang dilakukan secara otodidak, selain itu dengan menambah pengetahuan terkait olahan pembuatan keripik buah dari internet. Saat ini tak hanya keripik nangka saja yang dibuat, ia juga memproduksi keripik salak.

Sejak pertama dirintis, modal yang dikeluarkan untuk pembelian mesin penggorengan atau oven seharga Rp. 20-an juta telah kembali. Merasa repot semakin tingginya permintaan, saat ini dirinya dibantu 2 tenaga dari tetangga sekitar.

“Bahan baku saya dapat dari tengkulak buah nangka dari beberapa wilayah, ada dari Kecamatan Tanjungsari, Tepus dan lainnya. Toko oleh-oleh yang menerima suplai produk saya sekitar 30-an kios,” imbuh ibu satu anak ini. (Kandar)

Komentar

Komentar