TNI dan Polri Turun Tangan Tangani Stunting di Gunungkidul

oleh -
stunting
Pelepasan kendaraan pendistribusi bantuan gizi di Gunungkidul. (KH/ dok. Humas Pemkab Gunungkidul)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Presiden RI Joko Widodo menginstruksikan penanganan stunting dilakukan secepat dan sebaik mungkin dengan melibatkan lintas institusi. Presiden pun berharap stunting atau anak gagal tumbuh pada tahun 2024 dapat turun hingga 14%.

Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta dan Korem 072/Pmk lantas bergerak cepat. Salah satu sasaran penanganan stunting dilakukan di Gunungkidul. Mengingat kabupaten terluas di DIY ini angka stunting cukup tinggi.

Wujud penanganan yang dilakukan yakni dengan pemberian gizi pada anak. Penyerahan bantuan gizi secara simbolis dilakukan di Taman Budaya Gunungkidul (TBG), Rabu (1/2/2023). Sekitar 1000-an anak perwakilan penerima bantuan gizi hadir pada agenda penyerahan bantuan gizi.

Selain penyerahan suplemen gizi ke anak, kegiatan juga diisi pelepasan kendaraan pendistribusi bantuan stunting oleh Kapolda DIY, Irjen Pol. Suwondo Nainggolan dan Danrem 072/Pmk Brigjen TNI Puji Cahyono S.I.P., M.S.I secara simbolis dengan mengibarkan bendera start.

Seusai pelepasan kendaraan bantuan, dilanjutkan dengan peninjauan dapur lapangan yang nanti selama satu bulan kedepan akan mempersiapkan bantuan gizi yang kemudian didistribusikan.

Seusai agenda di TBG, Kapolda DIY, Danrem 072/Pmk) beserta rombongan menuju Balai Kalurahan Gading Kapanewon Playen guna memberikan paket bantuan kepada anak stunting dan lansia sebanyak 200 Paket.

Kapolda DIY Irjen Pol. Suwondo Nainggolan mengatakan paket bantuan gizi yang diberikan berupa bubur kacang hijau, vitamin dan telur. selain diberikan kepada anak stunting juga diberikan kepada lansia.

“Kita akan berikan 2 kali dalam seminggu dalam tahap awal ini, nanti akan dievaluasi bersama pemerintah daerah dan PMI,” ujarnya.

Beliau juga mengatakan ada 4.574 penerima bantuan gizi dalam tahap awal ini.

Pemilihan Gunungkidul sebagai sasaran pertama penerima bantuan stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta pun bukan tanpa sebab. Danrem 072/Pmk Brigjen TNI Puji Cahyono S.I.P., M.S.I menyampaikan, alasan utamanya karena tingginya angka stunting di Gunungkidul dibandingkan dengan daerah lain di DIY.

“Kita fokuskan untuk Gunungkidul karena angka stunting di Gunungkidul ini tinggi, harapannya dengan program bantuan ini dapat menurunkan angka stunting,” harap dia.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta pun mengakui, tidak mudah dalam menurunkan angka stunting.

“Kita dalam kurun 6 tahun, baru bisa menurunkan 5% dari 20% menjadi 15%,” ungkapnya.

Penyebab tingginya angka stunting di Gunungkidul diantaranya karena kondisi geografis sehingga akses air tak mudah. Ditambah lagi akses pelayanan kesehatan masyarakat yang terbatas. Tak sebatas itu, tingginya angka pernikahan dini juga menjadi biangnya.

“Petugas kesehatan selalu kita dorong untuk menggiatkan program dalam menekan angka stunting di Gunungkidul,” tandasnya. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar