Tips Antisipasi Bius dan Gendam Ketika Mudik

oleh -
iklan dispar
WONOSARI, kabarhandayani.– Mendekati lebaran, banyak warga rantau yang pulang kampung atau biasa dikenal dengan mudik. Mudik lebaran merupakan salah satu upaya untuk ajang silaturahmi dengan keluarga dan warga masyarakat yang sudah menjadi rutinitas setiap tahunnya.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika dalam perjalanan pulang, terlebih ketika menggunakan angkutan umum. Diperlukan kewaspadaan dan kehati-hatian dalam menjaga diri dari pelaku-pelaku kejahatan dengan gendam atau bius.
Kasat Lantas Gunungkidul, M. Faisal Pratama, SIK, HS melalui Kanit Dikyasa memberikan tips-tips agar tidak menjadi korban pembiusan dan hipnotis baik ketika mudik ataupun balik. Pertama, pemudik sebaiknya jangan menerima makanan atau minuman dari orang yang belum dikenal sebab bisa saja makanan dan minuman tersebut sudah diberi obat tidur.
Kedua, pemudik sebaiknya tidak mudah percaya dan tetap waspada dengan orang yang mengajak berkomunikasi padahal sama sekali belum dikenal. Sebaiknya, tidak jalan sendirian dan mengingatkan satu sama lain.
Ketiga adalah mengenali modus-modus pelaku pembiusan dan gendam atau hipnotis. Pelaku biasanya akan beraksi di tempat yang ramai dengan modus operasi berpura-pura mengajak berbicara. Setelah akrab, biasanya pelaku menawarkan makanan atau minuman yang sudah diberi obat tidur.
“Ketika korban menerima dan meminum atau memakannya maka akan tertidur dan tidak sadarkan diri lalu harta yang dibawa akan dibawa kabur. Itu yang patut diwaspadai,” jelasnya pada Selasa (15/7/2014).
Lebih lanjut, bila ada masyarakat yang mengetahui korban pembiusan segera melaporkan ke kantor polisi atau ke posko keamanan terdekat. “Pelakunya biasanya wajah lama, tetapi ada pula yang baru bermunculan. Sehingga antisipasi dari awal menjadi lebih baik,” pungkasnya. (Mutiya/Hfs)

Komentar

Komentar