Sumber Mata Air Sarindi Suplai 70 Tangki per Hari

oleh -
iklan dispar

TEPUS, kabarhandayani.– Di tengah krisis air bersih yang melanda sebagian warga di Kecamatan Tepus ternyata ada sumber mata air yang dikelola secara perorangan dan cukup besar debit airnya. Sumber air itu milik Sarindi, bertempat di Padukuhan Pulegundes, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus.

Sarindi mengungkapkan, secara detail ia tidak bisa menjelaskan seberapa besar debit air tiap detiknya, namun sumber mata air miliknya mampu mensuplai sebanyak 70 tangki dalam 1 hari. Hal itu terjadi ketika permintaan dari tangki langganannya sedang tinggi sesuai pemesanan warga di sekitar Kecamatan Tepus.

“Kalau ditanya berapa debitnya saya kurang tahu. Rata-rata tangki yang datang ke sini setiap harinya sekitar 10 tangki, namun pernah juga dalam sehari saya melayani sampai 70 tangki,” jelas Sarindi pada Kabarhandayani, Senin (30/6/2014).

Proses pengangkatan air hingga sampai ke truk tangki, Sarindi menggunakan 3 buah mesin diesel pompa air. 2 buah pompa air dipergunakan untuk mengangkat air dari dalam sumur ke bak penampungan, sedangkan 1 buah pompa air dipergunakan untuk mengangkat air dari penampungan ke tangki truk.

Selain itu Sarindi juga menuturkan, sumber mata airnya mulai dibangun dan beroperasi sejak tahun 2008. Hingga kini sumber mata air miliknya tidak pernah dikenai pajak oleh pemerintah. “Modal saya dulu sekitar 30 juta. Hingga kini belum ada pajaknya karena sebenarnya penghasilan saya cuma pas-pasan. Tarif untuk 1 tangki air cuma kami tarik biaya Rp 10 ribu, sedangkan biaya tiap tangki membutuhkan bahan bakar sekitar 1 liter,” lanjutnya.

Dilihat dari kemampuan suplai yang mencapai 70 tangki per hari, sumber mata air milik Sarindi ini termasuk memiliki debit air yang cukup tinggi. Bila hal ini dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah, kemungkinan kejadian krisis air bersih di daerah ini tak akan terjadi lagi.

“Sumber air ini kami kelola sendiri karena dulu modal sendiri dan tanahnya milik pribadi. Selain saya ada banyak sumber mata air yang dikelola secara pribadi di daerah sini. Kalau nggak salah ada 4 sampai 5 sumber air yang biasa dimanfaatkan untuk mengisi truk tangki air,” pungkasnya. (Maryanto/Hfs)

Komentar

Komentar