GUNUNGKIDUL, (KH),– Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai acara Silaturahmi Gubernur dan Wakil Gubernur DIY bersama Pemerintah Kabupaten dan masyarakat Gunungkidul, yang digelar di Taman Budaya Gunungkidul (TBG), hari ini, Selasa (8/4/2026). Agenda ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus menyamakan visi pembangunan pasca Ramadhan dan Idul Fitri.
Hadir langsung dalam acara tersebut, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, didampingi Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X. Kedatangan Ngarsa Dalem beserta rombongan disambut hangat oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, jajaran Forkopimda, pejabat di lingkungan Pemkab Gunungkidul, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengawali dengan ucapan syukur atas purnanya ibadah puasa Ramadhan yang dijalani dengan penuh iman dan taqwa. Sultan menegaskan bahwa Idul Fitri sejatinya adalah momentum untuk kembali kepada fitrah, yang harus dimaknai sebagai tonggak kehidupan di masa depan yang lebih jujur, adil, dan terhormat.
Secara khusus, Ngarsa Dalem menitipkan pesan mendalam kepada para pemuka agama, pendidik, dan takmir masjid. Sultan berharap masjid dan lembaga pendidikan digunakan sebagai wahana mencerdaskan bangsa.
“Kepada takmir masjid dan para ‘winasis’ (orang berilmu), saya berharap, agar dalam setiap khotbah dan pengajaran atau perkuliahan, barang lima menit menyisipkan ajaran cinta tanah air dan bangsa,” tutur Sultan.
Lebih lanjut, dalam berdakwah dan bermasyarakat, Sultan mengajak untuk berpedoman pada wejangan Sunan Gunung Jati kepada Sunan Kalijaga, yaitu mengedepankan prinsip berguru (puruhita), mengkaji (tinalesih), dan musyawarah melalui dialog. Prinsip tinalesih atau tabayyun (check and re-check) dinilai sangat krusial di era teknologi saat ini untuk menangkal berita bohong dan ujaran kebencian.
“Jika greget saut yang menyematkan ujaran kebencian terus-menerus direproduksi, saya khawatir, kita akan menjadi bangsa pendek-akal, bangsa gosip, sehingga menjauhkan dari tujuan Konstitusi untuk mencerdaskan bangsa,” tegas Ngarsa Dalem.
Menutup sambutannya, Sultan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk “mangasah mingising budi, mêmasuh malaning bumi” (mengasah kepekaan rasa, membersihkan kekotoran dunia), serta memilin kembali benang-benang solidaritas untuk menguatkan Islam sebagai rahmatan ‘lil alamin. Sultan juga mengajak untuk membangun Kabupaten Gunungkidul di atas pilar Pancasila dan UUD 1945.
“Selamat Idul Fitri 1447 Hijriyah, mohon maaf lahir-batin. Dengan ber-silaturahim dan semangat islah, niscaya hati kita akan bersemi kembali laksana embun fitri di pagi hari,” ucap Sultan.
Bupati Gunungkidul: Silaturahmi Rajut Kebersamaan untuk Kinerja Harmonis
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf atas segala salah dan khilaf selama menjalankan kinerja pemerintahan. Ia menekankan bahwa silaturahmi ini sangat penting untuk merajut kebersamaan.
“Dalam hal kinerja pemerintah, ini menjadi pengingat agar senantiasa terjadi kolaborasi dan kerja sama yang harmonis,” ujar Bupati Endah.
Mengutip pesan Bung Karno saat hari lahir Pancasila, Bupati mengingatkan bahwa perjuangan Indonesia setelah merdeka masih terus berjalan dengan corak dan cara yang berbeda. Tugas untuk menyejahterakan rakyat belum usai. Merujuk risalah ‘Indonesia Merdeka’, Pemkab Gunungkidul berkomitmen pada perbaikan hidup masyarakat, kecukupan pangan, sandang, papan, serta perbaikan pendidikan.
“Kami juga fokus pada ekonomi kerakyatan. Masyarakat adil makmur tidak jatuh dari langit, akan tetapi atas kerja keras bersama,” tegasnya.
Bupati Endah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DIY atas segala dukungan dan bantuan yang diberikan kepada Kabupaten Gunungkidul. Dukungan tersebut menjadi modal berharga bagi pemerintah kabupaten untuk bekerja lebih baik.
“Semangat gotong royong yang merupakan inti Pancasila menjadi pengingat bagi kami untuk menjalankan kinerja pemerintah, di antaranya fokus pada penguatan ekonomi kerakyatan,” pungkas Bupati.
Acara silaturahmi berlangsung khidmat dan diakhiri dengan ramah tamah serta berjabatan tangan antara Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, dan seluruh tamu undangan.







