Sri Purnomo Dorong Perbaikan Puluhan EWS Rusak di Gunungkidul Segera Dilakukan

oleh -
Air
Sri Purnomo saat ikut dalam kegitan pendistribusian air bersih ke warga Purwodadi, Tepus. (KH)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Topografi wilayah Kabupaten Gunungkidul diantaranya merupakan wilayah perbukitan. Banyak lereng di berbagai kapanewon memiliki kemiringan ekstrem. Pada musim penghujan seperti sekarang ini, bencana tanah longsor menjadi risiko yang senantiasa perlu diantisipasi.

Sayangnya, kesadaran dan upaya mitigasi bencana belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Seperti kenyataan banyaknya Early Warning System (EWS) rusak belakangan ini.

Sebagaimana disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul baru-baru ini. Setidaknya ada 20 EWS yang mengalami kerusakan sehingga tidak berfungsi mendeteksi tanda-tanda bencana tanah longsor.

EWS yang telah terpasang namun mengalami kerusakan diantaranya berada di Purwosari, Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin dan Ponjong. EWS tersebut dipasang di rekahan yang berpotensi terjadi kejadian tanah longsor.

“Sementara tahun ini tidak ada penganggaran untuk pemasangan EWS,” kata Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono.

Kerusakan EWS menjadi perhatian banyak pihak. Salah satunya datang dari Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI DIY, Sri Purnomo. Dia meminta agar kalurahan yang di wilayahnya terdapat AWS agar segera melakukan perbaikan.

“Ini sangat berbahaya apabila tidak segera mungkin dilakukan perbaikan,” ungkap Sri Purnomo melalui keterangan tertulis, Senin (15/1/2024).

Menurutnya, perbaikan mendesak dilakukan. Sebab, EWS memiliki fungsi yang menginformasikan sejak dini terjadinya bencana tanah longsor. Dengan sistem tersebut, tindakan antisipasi kedaruratan kebencanaan dapat segera dilakukan optimal sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

“Seperti di Sleman, ancamannya mulai dari longsor, angin kencang, banjir maupun banjir lahar. EWS yang berfungsi dengan baik sangat menentukan tindakan antisipasi bencana,” kata mantan Bupati Sleman ini.

Dia mengaku masih ingat saat menjabat bupati Sleman. Di wilayahnya terapat 31 titik EWS yang tersebar di wilayah rawan bencana dan rutin dilakukannya perbaikan secara berkala.

“EWS itu terhubung dengan sirine yang apabila terjadi pergerakan tanah, sirine tersebut akan mengeluarkan bunyi.

Apabila berfungsi dengan baik, tentu saja meminimalisir jatuhnya korban akibat bencana,” tujas dia. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar