Sraung Kopi, Tempat Ngopi Di Keheningan Kawasan Embung Nglanggeran

oleh -
Pengunjung sedang memesan kopi di Sraung Kopi. KH/ Nurul.

PATUK, (KH),–Embung Nglanggeran, destinasi wisata di Kecamatan Patuk yang memiliki panorama alam yang indah ini kini semakin komplit fasilitas pendukungnya.

Di kawasan embung saat ini terdapat warung kopi. Keberadaannya memberikan pilihan baru selama aktivitas wisata di sana.

Cocok juga digunakan untuk sekedar melepas penat. Sraung Kopi merupakan warung kopi pertama yang terdapat di bawah bukit destinasi wisata Embung Nglanggeran. Suasana alam yang tenang menjadi salah satu alasan aktivitas ngopi semakin nikmat.

Yakni Gandi Prabowo, pemuda asal Desa Nglanggeran yang baru saja menamatkan kuliahnya di salah satu perguruan negeri Yogyakarta, memilih untuk mendirikan warung kopi ini. Berawal kegemarannya ngopi bersama teman-temannya saat kuliah, keahlian meracik kopi ia dapatkan. Gandi memulai usahanya sejak tahun 2018, yakni saat ia belum benar-benar tamat dari bangku kuliah.

Melihat potensi wisata Embung Nglanggeran yang semakin ramai, membulatkan tekad Gandi semakin mantap membuka bisnis warung kopi.

Berbeda dengan pemuda pada umumnya yang memilih karir keluar kota, Gandi yang berasal dari Fakultas Teknik ini memilih kembali ke daerah asal kelahirannya dan mencari rezeki di tanah sendiri. Gandi ingin mengadaptasi apa yang ia peroleh di bangku kuliah untuk diterapkan di desanya.

Ia ingin daerahnya menjadi lebih maju dengan berani menjadi seorang pengusaha. Mampu mandiri berdiri di atas usahanya sendiri sekaligus berharap dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang sekitar.

Saat ditanya apa filosofi dari nama warung kopinya, jawaban Gandi sederhana. Ia hanya ingin warungnya menjadi wahana atau tempat asyik para pemuda untuk berdiskusi santai dan berkumpul bersama teman-temannya.

“Sraung Kopi aku rintis sedikit demi sedikit, kenapa aku pilih nama Sraung, aku ingin mengajak pemuda desa mampu memajukan tanah kelahirannya. Menjadi pioneer menuju perubahan ke arah yang positif,” harap Gandi ketika ditemui, Selasa, (7/1/2019) malam.

Warung kopi Gandi yang buka dari jam 18.00 WIB sampai 24.00 WIB ini sudah mampu menopang biaya hidupnya. Omsetnya bisa dikatakan lumayan.

Semangat seorang pemuda yang berani berwirausaha menjadi sebuah pesan yang ingin Gandi sampaikan kepada generasi muda. Ia yakinkan bahwa merintis usaha dari nol merupakan hal yang menyenangkan.

“Kita dapat leluasa menentukan model bisnis yang kita kehendaki,” ujarnya.

Kopi yang di hidangkan pun bervariasi. Gandi menghadirkan kopi khas dari Merapi dan Temanggung. Kopi jenis robusta dan arabika menjadi favorit dari pengunjung. Gandi menuturkan perbedaan rasa kopi dari kedua daerah tersebut.

Kopi asal Merapi lebih mantap kopi jenis robustanya, untuk jenis Arabika cenderung keluar asamnya.

Kopi Robusta asal Temanggung memiliki rasa pahit yang tidak terlalu kuat, sedangkan kopi jenis Arabika asal Temanggung cenderung manis.

Chandra, salah satu pengunjung asal Desa Terbah menuturkan kepuasannya saat berkunjung di kedai Sraung Kopi. Ia mengaku mendapatkan sensasi ngopi berbeda. Saat ngopi di kawasan bukit Gunung Api Purba ia merasa suasananya sangat tenang.

Selain itu, ia juga menyatakan suka dengan kopi jenis Robusta asal Temanggung. Harga yang terjangkau juga membuat Chandra sering berkunjung ke tempat Gandi.

“Saya bisa berjam-jam berada di Warung Kopi ini karena suasana yang tenang dan hening,” tutur Chandra. (Nurul)

Komentar

Komentar