Seribu Hari Meninggalnya Manthous

oleh -
Suasana Yasinan 1000 hari Manthous. Foto : Sarwo.
kadhung tresno
Suasana Yasinan 1000 hari Manthous. Foto : Sarwo.
Suasana Yasinan 1000 hari Manthous. Foto : Sarwo.

PLAYEN, (KH) — Tak terasa meninggalnya Anto Soegihartono atau yang lebih dikenal dengan nama Manthous, seniman Campursari Gunungkidul telah sampai seribu harinya. Manthous meninggal  pada 9 Maret 2012.

Beliau meninggalkan istrinya Asih Kusumawati, empat putri Tatut Dian Ambarwati, Ade Dian Krismastuti, Denny Dian Navanina dan Anindya Janu Wardhani, menantu Nugroho B Santoso, Nico A Badri Al Rizal dan Adi Wibowo. Cucu Venta Caesar Bastian, Al Fikri Nur Ridwan, Daviano Dwi Putra, Rendy Eza Riyanto, Keisha Miliabo Abad, Cesey Abriano Abad dan Almira Mauren.

Yasinan berlangsung Kamis (01/01/15) malam di komplek Studio 21 Playen, dipimpin ustadz Awik Tamaro. Dan diikuti 50 jamaah dan keluarga dekat Alm Manthous.

“Semoga arwah Almarhum Manthous diterima disisi Allah SWT, keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketenangan dan diberikan kelancaran rezekinya,”. kata Awik Tamaro dalam khotbahnya seusai membaca surat Yaasin  dan Tahlil.

Asih Kusumawati istri Manthous juga mendoakan almarhum, diampuni kesalahannya dan diterima disisi-Nya. Semoga seni Campursari tetap lestari kendati  Manthous sudah mendahului dipanggil Allah.

Kepada penggemar, Asih Kusmawati memohonkan maaf apabila suaminya mempunyai banyak kesalahan dan mengucaokan terima kasih karena sudah mendukung seni Campursari yang diciptakan suaminya. (Sarwo)

Komentar

Komentar